Apakah Suara Perempuan Termasuk Aurat?

Apakah Suara Perempuan Termasuk Aurat?

9 Aktivis Muslimah yang Berprestasi di Dunia
Cantiknya Selebriti Tanah Air Dalam Balutan Jilbab
Ketika Princess Syahrini Berniat Istiqomah Berhijab dan Menjadi Ustazah

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Perempuan pernah dianggap sebagai makhluk yang tidak terpandang di beberapa peradaban. Apa yang datang dari Perempuan dianggap jelek, termasuk suaranya. Perdebatan tentang apakah suara perempuan aurat atau tidak seolah tak pernah berhenti. Bagaimana para ulama memandang permasalahan ini?

Menurut Syekh Yusuf Qaradhawi, suara perempuan bukan termasuk aurat. Menurut ulama yang saat ini tinggal di Qatar ini, Alquran memperbolehkan laki-laki bertanya kepada istri-istri Nabi SAW dari balik tabir. Allah SWT berfirman, “…apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), maka mintalah dari belakang tabir…. ” (QS al-Ahzab: 53).

Permintaan pertanyaan ini sudah tentu memerlukan jawaban dari Ummahatul Mukminin. Mereka juga biasa memberi fatwa kepada orang yang meminta fatwa kepada mereka dan meriwayatkan hadis bagi orang yang ingin mengambil hadis mereka.

Alquran juga mengisahkan anak Nabi Syuaib AS yang berkata kepada Nabi Musa AS. “… Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami….” (QS al-Qashash: 25). Begitu pula, Alquran menceritakan percakapan antara Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis.

yang dilarang bagi perempuan adalah melunakkan pembicaraan untuk menarik laki-laki.

Baca juga:

Baca juga  Kenakan Rok Mini Di Tempat Umum, Model Ini Diburu Polisi Arab

Menurut Syekh Qaradhawi, yang dilarang bagi perempuan adalah melunakkan pembicaraan untuk menarik laki-laki. Alquran mengistilahkan hal ini dengan al-khudhu bil qaul (memikat dalam berbicara) sebagaimana firman Allah SWT, “Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita lain, jika kamu bertakwa. Maka, janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS al-Ahzab: 32).

Allah SWT melarang wanita melakukan pembicaraan yang khudhu sehingga bisa memikat orang lain yang memiliki penyakit di hatinya. Namun, bukan berarti perempuan sama sekali tidak boleh berbicara seperti di ujung ayat ditekankan boleh berbicara, tapi dengan perkataan yang baik.

Fitnah dari suara wanita bisa timbul jika digunakan untuk membangkitkan syahwat lawan jenis yang bukan muhrimnya.

Pendapat senada dikeluarkan oleh Komite Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi. Menurut Lajnah Daimah Arab Saudi, suara wanita bukan termasuk aurat. Pada zaman Rasulullah SAW, kaum perempuan terbiasa menyampaikan keluhan mereka dan pertanyaan tentang Islam kepada Nabi.

Baca juga  Hijaber Peraih Medali Emas Pertama Asian Games Dapat Hadiah Tabungan Haji

Hal yang sama juga dilakukan oleh kaum perempuan pada zaman Khulafaurrasyidin dan para pemimpin setelah mereka. Kaum perempuan juga mengucapkan dan menjawab salam kepada lelaki non-mahram tanpa ada satu ulama Islam pun yang mengingkari hal itu. Namun, mereka tidak boleh gemulai atau terlalu menunduk saat berbicara seperti yang telah diterangkan.

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menambahkan tidak ditemukan dalil yang menunjukkan suara prempuan itu aurat. Realitas sejarah para sahabat menunjukkan para sahabat laki-laki dan perempuan berinteraksi dengan istri Nabi SAW. Aisyah RA sendiri adalah sahabat kedua yang paling banyak meriwayatkan hadis.

Al-Alusi dalam kitab Ruh al-Ma’ani berpendapat bahwa suara wanita bukanlah termasuk aurat kecuali jika dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah.

Syekh Wahbah Zuhaili dalam Fiqh Al Islami wa Adillatuhu berpendapat bahwa suara perempuan menurut jumhur (mayoritas ulama) bukanlah aurat karena para sahabat Nabi mendengarkan suara para istri Nabi SAW untuk mempelajari hukum-hukum agama. Namun, diharamkan mendengarkan suara perempuan yang disuarakan dengan melagukan dan mengeraskannya walaupun dalam membaca Alquran dengan sebab khawatir timbul fitnah.

Sumber : Dialog Jumat Republika

COMMENTS