oleh

Antisipasi Covid-19, Fahri Rusli Ingatkan Satgas Untuk Segera Batasi Akses Keluar Masuk di Perbatasan Bone

BONE, SUARADEWAN.com — Anggota DPRD Kabupaten Bone dari Fraksi Partai Gerindra Fahri Rusli, mempertanyakan kebijakan Pemda Bone dalam hal ini Satgas penanganan penyebaran Covid-19 yang sampai hari ini belum membatasi akses keluar masuk di perbatasan Kabupaten Bone.

Hal ini telah disampaikan Fahri dalam Rapat koordinasi dengan Satgas percepatan penanganan penyebaran Virus Corona Kabupaten Bone di Gedung DPRD Kabupaten Bone, Pada Jumat (27/03/2020).

Menurutnya, upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona masuk di Bone adalah Satgas fokus dan konsentrasi menjaga daerah perbatasan, hal itu penting karena Bone masih dalam status Zero Corona.

“Yang menjadi perhatian kita sekarang adalah mencegah masuknya virus Ke Bone, fokus di perbatasan dan pastikan setiap orang dibatasi dulu yang akan masuk ke Bone yang kita ijinkan masuk adalah logistik saja,” kata Fahri.

Baca juga  Kabar Baik dari WHO: Dari 70 Vaksin Corona, 3 Siap Uji Coba ke Manusia

Dirinya pun sangat menyayangkan beberapa kebijakan Satgas yang dianggap bukan solusi untuk mencegah masuknya virus Corona di Bone.

Salah satu diantaranya adalah keinginan Satgas untuk mengalokasikan anggaran pembuatan posko di kecamatan dan disetiap Desa di Kabupaten Bone.

“Pembuatan posko di kecamatan dan di pedesaan itu ada waktunya, sampai hari ini kita masih steril dari wabah covid-19 dan belum ada yang terpapar jadi fokus utamanya di pencegahan, jangan tunggu virus masuk itu sama dengan bunuh diri,” ujar Fahri.

Fahri menambahkan, bahwa Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah dengan perlintasan terpadat dan tersibuk di Sulsel.

Baca juga  Rawan Terjadi Korupsi, Fitra Ingatkan Transparansi Penggunaan Dana Covid-19

“Ada lima pintu keluar masuk di Bone, hanya Pelabuhan Bajoe dilakukan pembatasan, sedang empat pintu masuk dibiarkan begitu saja tanpa ada pembatasan ada apa? Kenapa tidak sekalian kita buka bebas semua pintu keluar masuk,” tegasnya.

Fahri pun mengingatkan pemerintah untuk memastikan keempat daerah perlintasan telah dibuka posko dan diawasi dengan penjagaan ekstra ketat.

“Pelabuhan Bajoe hanya salah satu tempat perlintasan di Kabupaten Bone ini, masih ada empat pintu keluar masuk, jika sekiranya keempat pintu masuk perbatasan Bone sama sekali tidak dibatasi, maka dengan tegas saya meminta kepada Pemerintah untuk membuka kembali akses penumpang di Pelabuhan Penyebrangan Bajoe,” pungkasnya. (YMA)