Anies-Sandi Harus Patuhi Perjanjian Politik dengan Partai Pengusung

Anies-Sandi Harus Patuhi Perjanjian Politik dengan Partai Pengusung

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Resmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Periode 2017-2022, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diminta un

PKB Akhirnya Tinggalkan Agus Yudhoyono demi Konsistensi
Al-Maidah 51 Masih Jadi Bahan Jualan dalam Kampanye Politik
Anies-Sandi Janji Selalu Hadiri Cap Go Meh

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Resmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Periode 2017-2022, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diminta untuk tetap patuhi perjanjian politik. Perjanjian tersebut disepakati sebelum pasangan ini dicalonkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta sebagai pasangan calon.

Karena terikat dengan perjanjian dengan partai pengusungnya, yakni Partai Gerindra dan PKS, maka dalam menjalankan kerja-kerja pemerintahannya, Anies-Sandi tidak boleh mengambil langkah sepihak apalagi mengambi keputusan strategis sebelum melakukan koordinasi.

Baca juga  Sambut Pemimpin Baru Jakarta, Sohib Indonesia Kembali Hibur Warga di Balaikota

“Ada kesepakatan bersama, termasuk dalam hal strategis. Kami harapkan gubernur dan wakil gubernur berkonsultasi kepada partai-partai pengusung. Ada itu perjanjiannya,” terang Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon di Senayan, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Fadli mengaku bahwa perjanjian tersebut dibuat sebagai upaya partai pengusung untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

“Kita (Partai Gerindra) ini tidak mau dibohongi lagi (seperti kasus Jokowi?). Walaupun kita percaya pada sosok Anies-Sandi, tetapi kita ingin betul-betul, kalau kerja memperbaiki Jakarta,” tegasnya.

Baca juga  Jubir Ahok-Djarot: Titip kebinekaan dan Pancasila ke #GubDKIBaru

Di poin perjanjian lainnya, lanjut Fadli, tertera bahwa Anies-Sandi harus menjalankan basa baktinya sampai usai. Bahwa pasangan ini tak boleh jadi kutu loncat di tengah jalan. Dan ini dituliskan sendiri oleh Fadli dan ditandatangani oleh petinggi Gerindra dan PKS.

“Itu pakai tulisan tangan saya, 23 September, sebelum terpilih,” terangnya. (ms/me)