Ancaman Terhadap Ustadz Abdul Somad Mencederai Demokrasi

Ancaman Terhadap Ustadz Abdul Somad Mencederai Demokrasi

JAKARTA, SUARADEWAN.com -- Ustadz Kenamaan Abdul Somad mengaku mengalami ancaman dan intimidasi sehingga harus membatalkan jadwal ceramahnya di sejuml

Ustaz Abdul Somad: Umat Islam Jangan Cuek dengan Urusan Politik
Tak Masuk 200 Rekomendasi Mubalig Kemenag, Abdul Somad: Jadwal Saya Sudah Penuh Hingga 2020
Kemenag Rilis Daftar 200 Nama Mubaligh Rekomendasi, Sejumlah Nama Beken Tidak Masuk

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ustadz Kenamaan Abdul Somad mengaku mengalami ancaman dan intimidasi sehingga harus membatalkan jadwal ceramahnya di sejumlah daerah, seperti  Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

Melalui akun Instagram resminya, mubaligh kenamaan tersebut memaparkan alasan-alasan keputusannya.

“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang. Beban panitia yang semakin berat. Kondisi psikologis jamaah dan saya sendiri,” kata Ustadz Abdul Somad melalui media sosial tersebut, Senin (3/9).

“Maka, saya membatalkan beberapa janji di daerah Jawa Timur, Yogyakarta: (jadwal-jadwalnya) September di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri; Oktober di Yogyakarta; Desember janji dengan Ustadz Zulfikar di daerah Jawa Timur,” paparnya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Politikus PAN Faldo Maldini mengungkapkan, kejadian tersebut mencederai demokrasi dan harus dilawan.

“Kita siap dukung membela dia dan melawan orang-orang yang melakukan persekusi. Negara kita sudah lama sekali memperjuangkan kebebasan demokrasi,” kata Faldo yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal PAN, Senin (3/9).

Ia mengatakan, kejadian tersebut mencederai demokrasi karena seorang Ustaz Abdul Somad mengakui Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selama seorang ulama menyampaikan pandangan dan tafsiran Alquran dan mengakui NKRI, maka tidak ada masalah sama sekali. “Ustaz Somad kan tidak bilang kita tidak butuh NKRI. Kenapa ceramahnya mesti dipermasalahkan?” ujar Faldo.

Sejauh ini, PAN belum menempuh langkah bantuan hukum untuk Ustaz Somad. PAN masih memantau perkembangan isu yang berkembang terkait kasus intimidasi tersebut. Faldo mengatakan, sebagai warga negara yang baik sungguh tak elok jika menganggap negatif orang-orang yang berbeda pandangan. Bahkan, hingga menuduh seseorang melakukan makar. “Itu bukan logika bernegara yang baik. Kita harus lawan,” katanya.

PAN meminta aparat penegak hukum bersikap bijak dan responsif sesuai tugas pokok dan fungsi. Ia pun meminta agar aparat tidak ikut-ikutan melakukan sesuatu yang di luar batas kewajaran. Jikalau ada masyarakat sipil yang menyampaikan aspirasi di muka publik, jangan dianggap dia berlawanan dengan NKRI selama masih mengakui Indonesia sebagai negaranya.

“Kejadian ini menjadi pertanyaan balik kepada kita semua. Apakah kita memahami betul tugas-tugas dalam bernegara,” ujarnya. (rep)

COMMENTS

DISQUS: 0