oleh

Ampera: PT Kurnia Mining Resource Diduga Kuat Lakukan Aktivitas Tambang Ilegal di Kolut

KOLAKA UTARA, SUARADEWAN.com — Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) kembali mendesak stakeholder yang berkepentingan untuk melakukan tindakan tegas terhadap maraknya kasus praktek pertambangan Ilegal di Kolaka Utara.

Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi AMPERA yang merupakan salah satu lembaga kepemudaan yang ada Bumi Patampanua itu. AMPERA melalui Ketua Umumnya Andy Setiawan mengutuk keras segala kegiatan eksploitasi alam di Kolaka Utara yang dilakukan secara Illegal.

banner 1102x704

“Kami harap pihak penegak hukum di Kolaka Utarauntuk segera memproses segala sesuatu yang berbau kejahatan lingkungan,” harap Andy.

Baca Juga:  Polisi Razia Tambang Emas Ilegal di Kalimantan

Andy berharap transisi Kepemimpinam dari Skup Polda Sultra dan Polres Kolaka Utara seharusnya menjadi Resolusi dan evaluasi di Jajaran Tim Penegakan Hukum Di Bumi anoa Sulawesi Tenggara itu, sehingga Tagline Pimpinan yang baru untuk Pemberantasan Mafia-Mafia Tambang Illegal memang betul adanya.

Ditambahkan oleh Andy, pihak yang paling bertanggungjawab atas praktek kejahatan lingkungan ini adalah PT. Kurnia Mining Resource sebagai salah satu perusahaan yang masih beroperasi di Kecamatan Batuputih Kabupaten Kolaka Utara. Padahal menurutnya PT KMR tersebut segala dokumen perizinannya telah dibekukan oleh Pihak Otoritas (Kurnia Teknik Jaya Tama).

Baca Juga:  Sebesar Rp 23,89 Triliun Aliran Uang Haram di Sektor Tambang Indonesia

“Kami Himbau Kepada PT Kurnia Mining Resource untuk segera menghentikan segala bentuk Kejahatan Lingkungan yang ada di Bumi Patampanua ini,” pungkas Andy. (red/ed)

Komentar

Berita Lainnya