Amien Rais Disebut Menerima Uang Korupsi Alkes Senilai Rp 600 Juta

Amien Rais Disebut Menerima Uang Korupsi Alkes Senilai Rp 600 Juta

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais disebut menerima uang senilai Rp 600 juta dari ma

Ada Upaya Busuk Menuduh Amien Rais Korupsi
Mahasiswa Kecam Amien Rais Stop Jangan Memecah Belah Umat
Amien Rais Siap Nyapres Lagi, Yusril Kultwit Tentang Pemimpin dan Singgung Amien Rais

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais disebut menerima uang senilai Rp 600 juta dari mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari. Uang ratusan juta tersebut diduga terkait dengan dana hasil korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan tahun 2005.

Hal ini terungkap saat Ketua tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri membacakan surat tuntutan Siti Fadillah di Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Jakarta, Rabu 31/5/17).

Jaksa mengungkapkan bahwa Siti lima kali mengirimkan uang ke rekening pribadi Amien Rais yang totalnya Rp 600 juta. Pengiriman tersebut dilakukan pada 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007 dan 2 Nopember 2007. Setiap kali pengiriman, Amien menerima Rp 100 juta.

Baca juga  Istri Penulis Buku ‘Jokowi People Power’ Layangkan Surat Terbuka ke Amien Rais

Selain Amien Rais, mantan Ketua umum PAN, Sutrisno Bachir juga disebut menerima uang senilai Rp 250 juta pada 26 Desember 2006.

“Terdakwa (Siti) menyalahgunakan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatannya selaku Menkes dengan cara menerbitkan surat rekomendasi,” sebut Jaksa, Rabu (31/5/17).

“Dan meminta Mulya Hasjmy menunjuk PT Indofarma Tbk sebagai penyedia barang dan jasa sehingga menyebabkan PT Indofarma, Sutrisno Bachir, dan Amien Rais memperoleh keuntungan,”sambungnya.

Kemudian, dana korupsi tersebut juga mengalir ke ketua Yayasan Sutrisno Bachir Foundation Nuki Syahrun sebesar Rp 65 Juta.

“Ada aliran dana dari PT Mitra Medidua yang merupakan suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alat kesehatan buffer stok kepada pihak-pihak Partai Amananat Nasional tersebut yakni Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastito anak terdakwa sendiri merupakan tujuan yang hendak dicapai terdakwa,” sebut Jaksa.

Baca juga  PDIP dan PAN Sama-sama Bandel Terhadap Kebijakan Pemerintah Jokowi

Jaksa menyatakaan Siti memberikan bantuan kepada PAN melalui penunjukan langsung yang dilakukannya terhadap PT Indofarma dalam pengadaan Alkes, yang menurut BPK telah menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 6,1 miliar.

“Terdakwa sendiri menjadi menteri karena diusung oleh Ormas Muhammadiyah yang kadernya banyak menjadi pengurus PAN pada saat itu,” terang jaksa.

Siti dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan. Jaksa menilai Siti terbukti menyalahgunakan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan. (dd)

COMMENTS

DISQUS: