Alumni UI Muh Fadhil Albab Raih Gelar Best Paper Award ISBE di Nusa Dua Bali

Alumni UI Muh Fadhil Albab Raih Gelar Best Paper Award ISBE di Nusa Dua Bali

Rusmadi Pastikan, Akan Melanjutkan Program Transformasi Ekonomi Awang Faroek
Kacab BCA Pamulang Sambangi Kediaman Nasabah Atas Nama Nadia
Peringatan Hari Gerakan Pramuka Ke-56 Kwartir Cabang Tangsel Berlangsung Semarak

BALI, SUARADEWAN.com – Bangga, salah satu alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Muh Fadhil Albab berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Best Paper Award untuk kategori Biomaterial pada kegiatan International Symposium of Biomedical Engineering (ISBE) yang diselenggarakan di Westin Resort Hotel, Nusa Dua, Bali, pada Kamis (28/8/2017).

Acara yang cukup bergengsi tersebut diraih Albab karena dinilai mampu membuat tim juri terpesona dengan presentasinya. Dengan membawakan paper bertema “Material Penyangga Tulang untuk Kasus Patah Tulang/Fracture.”

Menurut Albab, mendapat penghargaan tersebut tentunya suatu kebanggaan tersendiri dan prestisius. “Penghargaan ini luar biasa, awalnya tidak percaya namun setelah di podium dan melihat ratusan orang tepuk tangan baru sadar,” tutur putra kelahiran Enrekang, Sul-Sel ini.

Lanjut Albab, ide yang dia tawarkan dapat menjadi solusi untuk pengobatan kasus patah tulang di Indonesia yang setiap tahun meningkat. Sehingga menurutnya, kedepannya kalau ide ini terlaksana maka kebutuhan kasus patah tulang bisa diatasi.

“Bahan baku yang kami gunakan di ekstrak dari bahan lokal. Kedepannya, kita tidak perlu lagi Impor material penyangga (scaffold) untuk memenuhi kebutuhan akan kasus patah tulang.” lanjutnya.

Karena, sambung Albab, selama ini material yang digunakan untuk treatment patah tulang yaitu logam memiliki banyak kelemahan. Misalnya lama terdegradasi dalam tubuh dan juga bahaya dari ion logam yang terkadang bisa menetap dalam tubuh manusia. Selain itu, ketika ingin mengeluarkan logam tersebut dalam tubuh, membutuhkan operasi tambahan yang tentunya costly.

Sedangkan, lanjut mantan Ketua Ikami Cabang Depok ini, material yang Ia dkk gunakan adalah perpaduan antara polimer (chitosan) dan senyawa turunan dari kalsium fosfat yaitu hidroksiapatit (di ekstrak dari tulang sapi). Material ini dapat terdegradasi dalam waktu cepat dan hanya butuh satu kali operasi.

Sebelumnnya, penobatan Best Paper yang dipresentasikan Albab yakni berdasarkan kualitas paper dan poin selama presentasi. ISBE ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Research Center for Biomedical Engieering kerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Acara tersebut merupakan sarana bagi peneliti untuk mempresentasikan dan memaparkan ide dan tantangan riset biomedis secara global. Adapun ISBE 2017 kali ini dilaksanakan selama 3 hari (25-28 Juli 2017) di Westin Resort Hotel, Nusa Dua, Bali.

Acara ISBE 2017 merupakan acara kedua yang tahun sebelumnya dilaksanakan di Margo Hotel, Depok 2016. Dalam simposium ini, ISBE berkolaborasi dengan International Conference in QiR (Quality in Research) dan juga beberapa simposium lainnya seperti IEEE Conference, dan I-DWELL conference.

Sehingga, forum tersebut menjadi ajang bagi ratusan peneliti dalam dan luar negeri saling mengadu argumen dan penelitian terkait perkembangan terkini dari disiplin ilmu masing-masing. Tercatat bahwa lebih dari 500 peserta dari 23 negara hadir dalam acara tersebut.

Selain mempresentasikan paper mereka, di akhir sesi ada gala dinner sekaligus pengumuman Best Paper Award untuk semua kategori. Terkhusus ISBE, kategori presentasi terbagi menjadi 3 cluster riset, yaitu: Drug Delivery System, Biomaterial dan Biomedical Devices. (aw)

COMMENTS