oleh

Patrialis Akbar Minta Jadi Tahanan Kota karena Alasan Sakit, KPK: Rutan Punya Fasilitas Pengobatan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan permohonan mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Karena alasan sakit, Patrialis meminta untuk beralih menjadi tahanan kota atau tahanan rumah.

Permohonan tersebut diajukan Patrialis dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin 19 Juni 2017. Kepada majelis hakim, kata Patrialis, dia sedang sakit dan harus berobat dan memeriksa kesehatannya secara rutin.

banner 1102x704

Menanggapai permohonan tersebut, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan rumah tahanan KPK sebenarnya telah memberikan fasilitas pengobatan bagi tahanan yang sedang sakit.

“Bahkan jika ada tahanan yang perlu untuk dirawat juga bisa diberikan perawatan,” kata Febri di Kantor KPK, Selasa (20/6/2017).

Baca Juga:  Meski Dibombardir Pansus Angket DPR, Polri dan KPK Justru Kian Solid

Jika ada tahanan yang sakit, lanjut Febri, semestinya tidak harus dilakukan pengalihan tahanan. Tapi karena terdakwa melakukan permohonan dalam persidangan, hal ini akan tetap kita pertimbangkan.

“Tapi kalau memang ada permohonan tentu akan dipertimbangkan,” imbuhnya.

Sementara, kuasa hukum Patrialis, Soesilo Ari Wibowo membenarkan hal tersebut. Kata dia, Patrialis sedang menderita penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah, dan harus berobat secara rutin.

“Setiap seminggu ajukan izin karena harus rutin, ini bisa stroke. Jadi, daripada bolak-balik izin, beliau ajukan pengalihan tahanan,” kata Soesilo.

Dan penyakit ini diderita Patrialis sejak sebelum ditahan di KPK.

Baca Juga:  KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Korupsi Bansos C-19 ke Parpol

Saat ini Patrialis mendekam di rumah tahanan KPK sejak 27 Januari 2017 lalu. Ia didakwa menerima suap U$ 70 ribu, Rp 4,043 juta dan janji 2 miliar dari pemilik PT umber Laut Perkasa Basuki Hariman. Suap ini diberikan untuk mempengaruhi putusan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. (ms)

Komentar

Berita Lainnya