Aktivitas Tambang Ilegal di Samarinda Kian Menggila

Aktivitas Tambang Ilegal di Samarinda Kian Menggila

Polisi Razia Tambang Emas Ilegal di Kalimantan
Meski Sudah Dilarang, Tambang Liar di Samarinda Tetap Beroperasi
Sebesar Rp 23,89 Triliun Aliran Uang Haram di Sektor Tambang Indonesia

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Persoalan tambang batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur terus mencuak. Dari lubang tambang yang tak tereklamasi, sampai memakan korban nyawa akibat aktivitas ilegal tersebut.

Menurut DPRD Samarinda dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), merupakan bisnis illegal karena tak mengontongi izin dari pemerintah setempat. Di antara tambang-tambang tersebut berlokasi di Kelurahan Gunung Panjang, Samarinda Seberang.

“Kami sempat sidak (inspeksi mendadak) ke RT 05 Gunung Panjang karena adanya keluhan warga. Mereka sering mengalami banjir lumpur,” terang anggota Komisi III DPRD Samarinda, Mursyid Abdurrasyid.

Tambah Mursyid, bisnis tambang ilegal tersebut kini memanfaatkan bisnis properti sebagai modusnya. Bahkan ada tiga perumahan elit yang ditemukan yang kini tengah melakukan aktivitas pengerukan hasil bumi, yakni Citra Senyiur City, Bumi Rindang Luhur, dan Pesona Mahakam.

Baca juga  Meski Sudah Dilarang, Tambang Liar di Samarinda Tetap Beroperasi

Mursyid pun mempersoalkannya karena karena ketiga perumahan elit itu hanya punya izin pembangunan pemukiman dan kawasan usaha, bukan izin pertambangan yang diterbitkan oleh Pemprov Kaltim selepas UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Di tiga perumahan ini, kami temukan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) untuk pemukiman, bukan penggalian tambang,” lanjut Mursyid.

Di samping itu, bisnis tambang di Samarinda ini juga melanggar UU Nomor 23 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang izin lingkungan. Karenanya, kata Mursyid, indikasi upaya melawan hukum sangat kentara dan berjarak kurang dari 500 meter dari fasilitas umum.

Baca juga  Polisi: Ketua DPRD Samarinda Nyaleg Pakai Uang Hasil Penipuan

“Selain tak berizin, tambang liar ini juga masuk ke pemukiman warga tanpa perhatikan dampak lingkungan yang terjadi. Benar-benar komplit pelanggarannya,” terangnya kembali.

Ketika dimintai keterangan perihal bisnis pertambangan ini, Wakil Wali Kota Samarinda Nusryirwan Ismail menilai bahwa upaya untuk melarang aktivitas tersebut hanyalah sia-sia. Menurutnya, peringatan dari pemerintah ataupun upaya mediasa tak akan memberikan efek jera bagi pelaku.

“Langsung saja ke proses hukum,” tandas Wali Kota. (ms)

COMMENTS