Aksi Begal Payudara Kembali Menghantui Warga Depok

Aksi Begal Payudara Kembali Menghantui Warga Depok

Komnas Perempuan: Indonesia Harus Punya UU Penghapusan Kekerasan Seksual
Prodi Kesos UMJ Gelar Seminar Nasional Sistem Perlindungan Anak di Indonesia
Sidang Perdana Kasus Pemerkosaan Kepada Anak Oleh Ayah Tiri Di Tangerang Digelar

DEPOK, SUARADEWAN.com — Kasus pelecehan seksual, dengan modus remas payudara kembali terjadi di Depok, Jawa Barat. Ironisnya lagi, pelakunya pun nekat beraksi, meski saat pagi hari. Peristiwa nahas itu kali ini dialami At (20) mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di kota tersebut.

Kepada awak media, At yang juga bekerja sampingan sebagai pedagang kue menceritakan pengalaman nahas yang dialaminya itu terjadi kira-kira pukul 06.30 WIB di Gang Jengkol, Kecamatan Cimanggis pada Minggu 15 Juli 2018. Tak hanya melakukan pelecehan seksual, pelaku juga sempat menganiaya dan mengancam akan membunuh korban.

“Saat kejadian itu tumben sepi banget. Aku saat itu lagi jualan donat. Aku dari jauh sebenarnya sudah lihat dia, tetapi kan aku enggak ada pikiran aneh-aneh karena lagi jualan. Tangan kanan kiri megang boks,” kata At melalui sambungan telepon.

Pelaku melancarkan aksinya saat melintasi korban. Sontak, At yang kaget sempat tak percaya jika dirinya dilecehkan oleh pengendara motor itu.

“Aku sempat ngedumel itu orang stres apa gimana, kok berani banget. Aku enggak nyangka aja, posisi tangan kan megang boks aku sempat bengong. Pas kejadian sepi dan gang itu ngepas banget buat motor dan pejalan kaki,”  katanya.

Tak lama, pelaku kemudian kembali menghampiri korban. Ia (pelaku) sempat menanyakan harga dagangan korban. “Pas dia balik lagi aku berusaha tenang padahal udah gemetar. Terus aku bilang, kak jangan kayak gitu dong. Eh dia tiba-tiba berhentiin motor, dia bilang ya enggak apa-apa sebentar aja terus dia ngeluarin alat vital. Aku coba kabur,” katanya.

Baca juga  Komnas Perempuan: Indonesia Harus Punya UU Penghapusan Kekerasan Seksual

Namun nahas, saat korban berusaha kabur, pelaku berhasil mengejar korban dan sempat memukul kepala korban. Panik bercampur takut, korban pun berteriak histeris. Beruntung ada seorang ibu yang keluar dari rumah.

“Pas ada ibu-ibu dia langsung kabur keluar gang. Pas mukul aku dia sempat ngancam, ‘aku bunuh kamu’. Aku takut banget,” katanya

Akibat kejadian ini, At yang sehari-harinya mengenakan hijab ini mengaku trauma. Ia pun berharap pelaku dapat segera tertangkap agar tidak lagi membuat resah.

“Aku belum lapor ke polisi, masih trauma kak. Tapi aku masih ingat banget orangnya. Dia naik motor matik Mio warna hitam. Rambutnya ikal dikit, kulitnya sawo matang badannya enggak gemuk dan enggak kurus, sedang agak berisi. Aku berharap semoga enggak ada lagi kejadian seperti ini.  Aku takut banget,” kata korban.

Seperti diketahui, kasus serupa sebelumnya juga sempat terjadi beberapa di kota Depok. Salah satu di antaranya terjadi di kawasan Jalan Margonda. Dalam aksinya, pelaku juga mengintai korban yang sedang berjalan seorang diri.

Baca juga  Hina Presiden Tim Siber Polda Sulsel Tangkap Buruh Bangunan

Kala itu korbannya adalah wanita berhijab bernisial Am. Ia menjadi korban bejat pelaku cabul tersebut saat sedang melintas di Gang Kuningan, tak jauh dari Jalan Margonda Depok pada Kamis siang, 11 Januari 2018. Awalnya korban mengira jika pengendara motor cabul itu adalah pengemudi ojek online.

“Sebelum kejadian saya sempat liat di ujung gang. Nah dia muter melewati saya, terus balik lagi mepet saya. Tadinya saya pikir tukang ojek online atau orang mau nanya alamat, ehenggak tahunya dia megang dada saya dan langsung tancap gas,” kata Am saat membuat laporan di Mapolresta Depok, Jumat 12 Januari 2018.

Menurut pengakuan Am, pelaku saat itu mengenakan jaket hitam, rompi putih dan celana jins warna biru dengan motor matik.

Tak jauh berbeda dengan Am dan At, kasus serupa juga dialami oleh CT, seorang karyawati yang sedang menunggu angkot di kawasan Margonda pada pertengahan September 2017 lalu. Terkait kasus itu, polisi sempat meringkus seorang pria yang diduga sebagai pelakunya. Namun sayang, pria berinisial IST itu hanya divonis empat bulan dan tidak dikenakan sanksi kurungan. Kini kasus serupa kembali menghantui warga Depok. (vv)

COMMENTS