oleh

Aksi 212 Jilid 2, Kapolda Jabar: Itu Budaya Orang Putus Harapan, Muslim Gak Begitu

BANDUNG, SUARADEWAN.com- Aksi 212 yang bertajuk “Bela Islam” yang akan digelar oleh sejumlah ormas islam di bawah komanda FUI,  besok, Selasa 21 Februari 2017.

Tuntutan yang mereka bawa adalah, mencopot jabatan Gubernur Ahok, stop kriminalisasi ulama, stop penangkapan mahasiswa dan meminta penegak hukum memencajarakan penista agama.

banner 728x419

Namun aksi tersebut menuai pro dan kontra dari beragam kalangan. Ada yang menilai aksi tersebut adalah bentuk aspirasi murni dari umat islam untuk menuntut keadilan atas dugaan adanya tindakan penistaan terhadap kalam ilahi.

Namun tidak sedikit juga yang berpandangan berbeda, yang menilai aksi 212 adalah aksi yang sarat kepentingan poltik dengan mendompleng umat islam.

Tidak terkecuali dengan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan. Ia menilai selain sarat dengan nuansa politik, aksi mengerahkan massa untuk melakukan demonstrasi bukan budaya yang dicontohkan oleh nilai-nilai keagamaan.

“Itu budaya orang-orang yang putus harapan, Muslim enggak begitu,” ujar Anton di Bandung Jawa Barat, Senin 20 Februari 2017.

Bahkan dirinya menghimbau kepada seluruh ormas Islam yang ada Jawa Barat untuk tidak ikut mengerahkan masanya ke Jakarta untuk ikut aksi. “Teknisnya itu internal kami. Hanya saja kami secara persuasif,” ungkapnya.

Namun tetap aka ada sekelompok ormas yang ikut ambil bagian dalam aksi tersebut. “Memang ada, tapi hanya sedikit dan segelintir. Masyarakat Jawa Barat sudah dewasa, aksi kemarin (112) sedikit, sekarang lebih sedikit lagi,” tutup Anton. (DD)

Komentar

Berita Lainnya