oleh

Aksi 112, Ibarat Bunga yang Layu Sebelum Berkembang

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Rencana aksi dari sejumlah ormas Islam seperti FPI dan GNPF MUI ibarat bunga yang layu sebelum berkembang. Pasalnya, aksi yang disetting menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017 ini dinilai oleh segenap kalangan sarat dengan agenda politik. Apalagi aksi ini menyasar salah satu perserta Pilkada DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

banner 1280x640

Seperti diketahui, Menko Polhukam Wiranto juga sebelumnya sudah menegaskan bahwa tak boleh ada kegiatan politik di masa-masa tenang (menjelang Pilkada). Ia pun menghimbau agar semua pihak bisa menjaga kondisifitas, serta tidak mudah terpancing untuk melakukan kegiatan yang hanya berpotensi merusak keamanan dan ketertiban, terutama di masa tenang.

“Kalau minggu tenang diwarnai kericuhan, dengan hal-hal yang negatif, itu namanya tidak sesuai dengan niat atau semangat minggu tenang itu sendiri,” pungkas Wiranto.

Atas himbauan Menko Polhukam, TNI dan Polri pun siap mengantisipasi aksi. Ini dilakukan guna menjaga kondisi masa tenang hingga pencoblosan.

“Kodam dan Polda bersatu mengamankan Pilkada DKI 2017 aman, damai dan sukses,” tegas Mayor Jenderal TNI Teddy Lhaksmana di Kantor KPU DKI, Jakarta Pusat, Selasa (7/2).

Di tempat terpisah, larangan aksi 112 ini juga disampaikan oleh pihak Polri. Sebagaimana diakui, Polri sudah mengadakan koordinasi dengan sejumlah lembaga penyelenggara pemilu, seperti Panwaslu, KPUD, juga TNI terkait upaya menjaga kondisifitas ini.

“Saya tegaskan lagi, dari Polda Metro Jaya untuk giat tanggal 11 Februari, berpotensi untuk melanggar UU Pilkada kemudian penyampaian pendapat di muka umum. Yang kalua itu dilaksanakan, kemudian (massa) turun ke jalan, kita akan laksanakan pembubaran. Polri akan menegakkan hukum,” tandas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Terkait hal ini pun sebelumnya juga disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya sendiri. Bahwa pihaknya akan membubarkan masyarakat yang memaksakan diri ikut aksi 112.

“Kegiatan penyampaian pendapat di muka umum jelang Pilkada itu berpotensi mengganggu ketertiban. Di hari ini (masa tenang) orang tidak boleh turun ke jalan, dilarang melakukan aksi,” terang Irjen M. Iriawan. (ms)

Komentar

Berita Lainnya