oleh

AJI Kecam Keras Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis di Aksi 112

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Tindakan intmidasi disertai kekerasan yang dialami oleh sejumlah awak media saat tengah meliput Aksi 112 mendapat kecaman keras dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Ketua AJI Jakarta, Ahmad Nurhasim menilai perlakuan (intimidasi dan kekerasan) yang diamai oleh jurnalis adalah bentuk penyelecahan terhadap profesi jurnalis. Selain itu adalah tindakan yang menghambat kerja jurnalis dalam mencari informasi

“Sebab jurnalis tidak bisa bekerja dengan leluasa di lapangan. Padahal jurnalis bekerja untuk kepentingan publik” ungkap Ahmad

Sesuai dengan Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, lanjut Nurhasim, Jurnalis dijamin keselamatannya saat melakukan peliputan di lapangan.

Baca juga  Aksi 112, Aksi Politik yang Diperhalus?

“Pasal 8 UU Pers dengan jelas menyatakan, dalam melaksanakan profesi, seorang jurnalis mendapatkan perlindungan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, wartawan senior Budiarto Shambazy menyayangkan kejadian tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku.

“Harus dilaporkan pada aparat. Aparat jangan pilih kasih” ucapnya.

Sejumlah awak media mengalami tindakan intidimidasi disertai kekerasan saat meliput aksi 112 di kawasan Masjid Istiqlal, sabtu (11/2/17).  Tindak pidana tersebut dialami oleh wartawan dari Metro TV dan Global TV.

“Mereka (massa) mukul pakai bambu dari atas, samping, lalu kita juga dilempar pakai gelas air mineral. Saya kena di kepala pakai bambu,” ungkap Desi, reporter Metro TV.

Baca juga  Ketua PP Muhammadiyah Turut Mengecam Aksi 112

“Perut sama pundak diludahin. Mereka pukul pakai tangan, ada juga nendang di bagian kaki,” kata salah satu korban lainnya bernama Ucha (kameraman Metro TV)

Kameraman dari Global TV Dino juga mengalami perlakuaan berupa tidak menyenangkan. Seperti yang diakuinya, ia mengalami intimidasi dari peserta aksi.

“Gue ditanyain dikerubungi, mereka bilang semua TV harus ngomong itu Habib Rizieq, jangan cuma Rizieq doang yang sopan, ngotot ngomongnya,” paparnya. (DD)

Komentar