oleh

Ahok: Kabar e-KTP Palsu untuk Bangun Opini Sesat

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kandidat gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mensinyalir ada pihak yang memang secara sengaja ingin membangun opini sesat dengan menyebarkan kabar penggandaan e-KTP DKI.

Menurutnya, e-KTP tidak mungkin digandakan dan dipalsukan karena didalamnya ada sensor mata dan sidik jari pemiliknya. Jadi setiap orang hanya boleh memiki satu e-KTP yang berlaku seumur hidup.

banner 1285x856

“Ini cuma pingin buat bangun opini, saya kira,” ujar Ahok saat melakukan kampanye di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (5/2).

Guna menghindari kecurangan dalam pemungutan suara di TPS, Ahok menghimbau agar semua saksi-saksi yang ditempatkan di TPS segera melaporkan apabila menemukan kejanggalan.

Baca Juga:  Menanti Babak Baru Kelanjutan Kasus e-KTP

“Jadi kami nanti kalau di TPS, saksi-saksi ada yang (gerak-gerik) mencurigakan segera lapor. Kalau ketahuan pelanggaran, ya pidanain,” kata Ahok.

Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut, isu penggandaan e-KTP adalah modus lama yang sering terulang saat menjelang pemilihan umum.

“Ini modus berulang. Saat ada pencalonan dari pasangan calon perseorangan ini sudah muncul, tetapi semuanya palsu untuk kejar jumlah dukungan,” ujar Tjahjo

Baca Juga:  Tekan Korupsi di DPR, ICW Sarankan Peningkatan Subsidi Dana Kegiatan Parpol

Sebelumnya beredar tiga buah poto e-KTP. Ketiga wajah yang ada di dalam e-KTP tersebut sama dengan identitas yang berbeda.

Kabar tersebut kemudian ditelusuri keberadaannya oleh Tim Monitoring Pilkada Direktorat Jenderal Pendudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri setelah mendapat intruksi Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. Dan hasilnya, kabar dipastikan adalah kabar bohong alias hoax.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta juga telah membantah keaslian poto e-KTP tersebut. (dd)

Komentar

Berita Lainnya