oleh

Ahok Dipolitisasi, Djarot: Kami Nggak Cengeng

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa kasus yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah kasus yang mengada-ada alias politisasi.

Akibat politisasi tersebut, bagi Djarot, rivalitas dalam Pilkada DKI Jakarta jadi tidak berimbang. Sebab saat ini calon gubernurnya harus menghadapi sidang sebagai terdakwa. Sementara rivalnya Anies Baswedan-Sandiaga Uno bisa berlenggak-lenggok dengan bebas.

banner 728x419

“Ini kan posisinya tidak imbang berhadapan dengan terdakwa loh. Pak Basuki terdakwa loh. Setiap minggu harus menghadapi sidang, yang satunya bebas. Ini saja melanggar aturan menurut saya,” kata Djarot di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).

Baca Juga:  Hari Ini Ahok Jalani Sidang ke-13

Menurutnya, berdasarkan aturan saat masa Pilkada, maka proses hukum kepada peserta Pilkada (Ahok) harus dihentikan sementara.

“Ada nggak se-Indonesia sidang seperti ini waktu Pilkada? Nggak ada. Kenapa kok hanya Jakarta? Saya bilang gentle-lah kita. Tapi kita hadapi saja dengan tersenyum. Kita nggak cengeng,” lanjutnya.

Baca Juga:  Yusril Bandingkan Kasus Ahok dengan Kasus Rizieq

Seperti diketahui, Calon Gubernur DKI Jakarta Ahok sudah ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus dugaan penistaan agama dan pelecehan ulama. Dan sampai hari ini, Ahok telah menjalani 12 kali sidang. (ms)

Komentar

Berita Lainnya