oleh

Ahok Akui Terlibat Dalam Pembahasan E-KTP, Tapi Tidak Korupsi

banner-300x250
Ahok-Djarot

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok mengakui bahwa dia terlibat dalam pembahasan proyek E-KTP saat masih menjadi duduk sebagai anggota DPR RI Komisi II.

Namun Ahok tegas menampik bahwa dia terlibat dalam kasus korupsi triliunan rupiah tersebut. Menurutnya, dia hanya menjalankan tugas sebagai wakil rakyat pada saat pembahasan proyek, dan dia menjamin bahwa tidak ada sedikitpun uang yang dia terima terkait proyek itu.

“Saya enggak mengabaikan ikut pembahasan. Tapi bukan berarti saya terima macam-macam itu. Karena semua Komisi 2 DPR juga disebutkan. Tapi saya tegaskan tidak sepeser pun ada. Saya justru paling kenceng kritis rencana itu,” kata Ahok, Minggu (5/3).

Diketahui, dalam proyek E-KTP senilai Rp 5,8 triliun itu, penyidik KPK menduga ada indikasi korupsi sebesar Rp. 2,3 triliun. Tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus ini adalah mantan pejabat pembuat komitmen elektronik ktp (E-KTP) Sugiharto dan bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman Gusman. Mereka dijadwalkan akan disidang perdana pada 9 Maret 2017 nanti.

Sejumlah anggota DPR RI dikabarkan sudah mengambalikan uang yang terkait dengan dugaan korupsi proyek E-KTP ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun sayanganya, KPK masih belum mau mengungkapkan identitas para wakil rakyat yang berkantor di Senayan tersebut.

“Nama-nama yang muncul dalam indikasi korupsi proyek e-KTP akan kami sampaikan secara lengkap di persidangan nanti,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Sebelumnya ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, semoga tidak ada kekacauan politik yang terjadi di tanah air akibat penyelidikan kasus korupsi E-KTP ini.  Sebab ada banyak sekali nama-nama yang yang akan disebutkan dan diperiksa oleh KPK. (ZA)