oleh

AGK & Ketua Relawan AGK-YA Ikut Ramaikan Ritual Kololi Kie di Ternate

TERNATE, SUARADEWAN.com — Abdul Ghani Kasuba (AGK) Calon Gubernur Maluku Utara bersama Tim Relawan AGK ikut meramaikan Ritual Kololi Kie yang diadakan tiap tahun di Ternate, (12/4).

Warga Maluku Utara terlebih khusus yang ada di Kota Ternate pasti sudah tidak asing lagi dengan ritual “Kololi Kie” ini. Kololi Kie ini merupakan ritual masyarakat tradisional dengan mengitari atau mengelilingi Gunung Gamalama.

“Secara etimologi, kata “Kololi Kie” berasal dari gabungan dari dua kata dari bahasa Ternate yaitu “Kololi” yang berarti keliling atau mengintari dan kata “Kie” yang berarti gunung, daratan dan pulau,” jelas Sahrin Hamid Ketua Tim Relawan Calon Gubernur (Cagub) Malut Abdul Gani Kasuba-Al Yasin (AGK-YA), usai mengikuti ritual adat yang dirangkaikan dengan Festival Legu Gam pada Kamis (12/4).

Baca juga  Partai Perindo Siap Menangkan AGK-YA di Halmahera Utara

Baca juga:

Sahrin Hamid, Ketua Tim Relawan Calon Gubernur (Cagub) Malut Abdul Gani Kasuba-Al Yasin (AGK-YA)

Dikatakan oleh Sahrin, Pegelaran Kololi Kie kali ini konteksnya Kololi Kie Toma Ngolo atau keliling melalui jalur laut. Kendaraan yang digunakan adalah perahu atau kapal bermotor ukuran sedang. Pada zaman dahulu biasanya menggunakan perahu tanpa mesin atau mendayung.

Baca juga  Tim AGK-YA akan laporkan Sartono Unonongo ke Polisi

“Ritual ini sudah dilakukan masyarakat di Ternate sejak ratusan tahun lalu dan belakangan ini setiap tahun dilakukan secara masal ketika Festival Legu Gam,” tambah Sahrin Hamid.

Menurut Sahrin, Tradisi Kololi Kie adalah bagian dari napak tilas sejarah atas penghargaan masyarakat adat pada orang-orang yang berjasa di bidang keagamaan maupun dalam pemerintahan kesultanan. Sehingga sebagai generasi muda, dia mengaku, prosesi ini patut untuk dilestarikan.

“Kololi Kie adalah bagian dari kearifan lokal yang patut dilestarikan,” tutup Sahrin. (MM)

Komentar