7 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Jack Dorsey CEO Twitter

Jack Dorsey, CEO Twitter

7 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Jack Dorsey CEO Twitter

SUARADEWAN.com -- Menjadi salah satu pengusaha pada bidang teknologi paling berpengaruh di dunia, nama Jack Dorsey kini bergabung dengan jajaran Steve

4 Orang Terkaya di Indonesia Setara dengan 100 Juta Penduduk Miskin
Armani, Inter, dan Mimpi di Kota Milan
Siapa Saja 10 Pengusaha Paling Terkenal di Dunia?

SUARADEWAN.com — Menjadi salah satu pengusaha pada bidang teknologi paling berpengaruh di dunia, nama Jack Dorsey kini bergabung dengan jajaran Steve Jobs dan Elon Musk. Keterlibatannya pada dua perusahaan besar, Square dan Twitter, membuat Dorsey meraup kekayaan bersih sebesar 4 miliar dolar AS, seperti dilaporkan Forbes.

Pengusaha berusia 41 tahun itu pada awalnya ikut mendirikan Twitter pada 2006. Sejak saat itu, ia muncul perlahan. Sampai 2008 ia sempat keluar dari jaringan media sosial yang ia bantu ciptakan itu, sebelum kembali sebagai pemimpinnya tujuh tahun kemudian.

Setelah kembalinya Dorsey pada 2015, saham Twitter terus mengalami tren naik turun. Namun lambat laun arusnya mulai berubah hingga kini saham telah melonjak lebih dari 30 persen.

Pada kelanjutannya, ia mengembangkan model pembayaran online bernama Square yang memudahkan masyarakat melakukan pembayaran melalui telepon genggam. Bahkan, Square sempat berkembang lebih cepat dari PayPal sebagai saingannya.

Sejak awal 2016, unduhan aplikasi Square Cash memiliki rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 128 persen setiap bulan. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan Venmo salah satu unit dari PayPal sebesar 74 persen.

Berikut ini tujuh hal yang mungkin tidak diketahui orang banyak tentang miliarder John Dorsey.

Baca juga  Perangi Teroris dan Ekstrimis, Sejumlah Media Sosial Bentuk Forum Internet Global

1. Dorsey terobsesi dengan komunikasi pengiriman darurat sejak kecil.

Kecintaannya pada kereta api kemudian menyebabkan obsesinya dengan pengiriman kendaraan dinas cepat tanggap. Dia terpesona dengan suara-suara pada pemindai polisi. “Mereka selalu berbicara ke mana mereka pergi, apa yang mereka lakukan dan di mana mereka saat ini dan di situlah ide untuk Twitter datang,” ujar Dorsey pada program CBS “60 Minutes” beberapa waktu lalu.

2. Dorsey berharap suatu hari nanti akan mencalonkan diri sebagai wali kota New York.

Dorsey merupakan penggemar berat mantan Wali Kota New York, Michael Bloomberg. Dia pernah memuji Bloomberg sebagai “cahaya penuntun” bagi para pengusaha teknologi di Silicon Valley. Meskipun, Dorsey saat ini tinggal di San Francisco, Dorsey pernah mengatakan kepada Vanity Fair, ia mencintai kota dengan sebutan Big Apple itu.

3. Twitter adalah bagian dari rutinitas pagi Dorsey.

Dorsey memang kerap bangun dan memeriksa cuaca. Tapi ada satu hal lain yang selalu dia periksa pada pagi hari: Twitter. Hal pertama yang dia lakukan adalah menuju ke pencarian Twitter, sehingga dia dapat melihat persis apa yang terjadi di dunia pada waktu sekarang.

Baca juga  Armani, Inter, dan Mimpi di Kota Milan

4. Pencipta Twitter hampir mulai bekerja untuk Facebook.

Dorsey dilaporkan berbicara dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg setelah ia baru saja menjadi CEO Twitter.

5. Dorsey tidak memiliki kantor atau bahkan meja kerja di markas Square.

Ketua dan CEO Square ini tidak memiliki ruang kantor. Dia lebih suka menggunakan iPad-nya dan memiliki kebebasan untuk berkeliaran di sekitar kantor. Ketika ditanya mengapa dia tidak memiliki kantor, Dorsey mengatakan, ada kesadaran di dalam diri bahwa orang lain juga bekerja di sini, bukan hanya dia.

6. Jim McKelvey, sejawat pendiri Square dulunya adalah bos Dorsey.

Waktu itu, Dorsey baru berusia 15 tahun ketika ia magang di perusahaan perangkat lunak McKelvey, Mira Digital Publishing. McKelvey terkesan dengan Dorsey. Dia bahkan mulai memanggilnya Jack the Genius.

7. Dorsey yakin, Square dan Twitter secara mendasar akan mengubah cara orang berkomunikasi.

Dorsey mengirimkan cicitan pertama di Twitter 12 tahun yang lalu. Hingga kini, platform sosial itu telah berhasil mengumpulkan sekitar 100 juta pengguna aktif setiap hari. (per)