oleh

361 Duta Indonesia di One Indonesia 2016

Nanjing, suaradewan.com – 361 duta-duta Indonesia yang tiba di tempat acara One Indonesia di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Jiangsu Institute of Commerce pada 19 November 2016 bukanlah diplomat-diplomat KBRI, melainkan 361 mahasiswa-mahasiwa Indonesia yang saat ini terdaftar di universitas-universitas yang tersebar di kota Nanjing dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Perhimpunan Pelajar Indonesia cabang  Nanjing (PPIT Nanjing).

Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 dan berakhir pukul 15.30 ini adalah program kerja tahunan PPIT Nanjing yang bekerjasama dengan Konsul Jendral Republik Indonesia yang bertujuan untuk mempertemukan para pelajar Nanjing dengan Ibu Siti Nugraha Mauludiah selaku Konsul Jendral Republik Indonesia untuk Shanghai, Jiangsu, Zheijiang, Jiangxi dan Anhui. Tak hanya itu, 100 pelajar lokal Cina dari kampus Jiangsu Institute of Commerce ikut serta hadir dan berpartisipasi dalam One Indonesia 2016.

banner 1280x640

Berbeda dari tahun sebelumnya, One Indonesia Sabtu lalu tidak hanyak memperkenalkan Konsul Jendral yang baru tetapi juga menyediakan jasa lapor diri dan donor darah. Dalam waktu yang singkat para panitia yang juga masih berstatus pelajar ini memberikan usaha terbaik mereka dalam menawarkan informasi untuk para mahasiwa Indonesia lainnya dan menggabungkan acara tersebut dengan tindakan sosial donor darah yang dibantu oleh Pusat Darah Palang Merah Nanjing.

Hebatnya lagi One Indonesia juga mengadakan Lomba Desain, Video Pidato dan Artikel untuk merayakan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November lalu. Para pemenang lomba yaitu Mohammad Umar Aziz (Pemenang I Lomba Desain), Muhammad Kamil (Pemenang I Lomba Artikel) dan Ega Ilham Wahyudi (Pemanang I Lomba Video Pidato) diberikan piagam, sertifikat dan hadiah hiburan. Ega, Pemenang  I lomba pidato juga mendapat kesempatan membacakan pidatonya didepan para hadirin One Indonesia dan Ibu Konsul Jendral dengan tema pidato “Bagaimana Pahlawan Mempengaruhi Hidup Kita”.

Pada Inti acara, Ibu Konsul Jendral Siti Nugraha Mauludiah, atau yang lebih akrab disapa Bu Nining, memberikan kuliah umum terlebih dahulu kepada para pelajar Indonesia dimana beliau memberikan wejangan dan mengingatkan bahwa mereka adalah the faces of Indonesia, duta-duta Indonesia yang harus bertindak layaknya seorang perwakilan negara. “Ceritakan kepada teman-teman kalian, bahwa Indonesia adalah negara yang aman, negara yang populasinya memang Islam, tetapi bukanlah negara Islam, yang tidak ekstrimis dan bukan teroris. Tampilkan Indonesia yang benar, bahwa kita cinta damai, saling menyayangi, menghormati dan hidup dalam harmoni.”

Dengan nada santai, Ibu Nining melanjutkan dengan masalah sosial media dimana banyak berita negatif mengenai Indonesia yang cepat tersebar tanpa ada konfirmasi benar atau tidaknya. Hal ini ditakutkan akan merusak hubungan kedua negara. Padahal kondisi Indonesia dengan Republik Rakyat Cina saat ini sedang manis-manisnya, dibuktikan dengan 6 kesempatan kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo ke tanah Cina selama dua tahun terakhir. Ibu Nining pun mengajak para pelajar untuk ikut membantu menyebarkan informasi yang positif tentang Indonesia.

“Saya tidak tahu sebelum saya datang kesini bahwa mahasiswa Indonesia di Cina ini banyak. Saya merasa bahwa ini adalah aset negara terutama untuk KJRI, yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang tugas-tugas KJRI di Shanghai. Ini berarti banyak diplomat-diplomat yang menjadi wakil Indonesia. Harapan saya mahasiswa Indonesia disini sebagai ujung tombak dari usaha pemerintah dalam meringankan kerjasama dengan Tiongkok.” ujar Bu Nining.

Dihadapan para pelajar Cina, Rektor dan para akademisi Jiangsu Institute of Commerce, Ibu Nining menunjukkan profil dan potensi-potensi Indonesia, mengajak mereka untuk datang dan mengunjungi Indonesia, melihat dan merasakan secara langsung budaya, makanan tradisinonal dan keindahan alam-alam Indonesia. Tak lupa, Ibu Nining menyarankan kepada seluruh pelajar Indonesia dan Cina untuk berteman dan saling mengenal satu sama lain, untuk sama-sama mempelajari budaya dan negara masing-masing dan bekerjasama karena mereka semua adalah future leaders dari Indonesia dan Cina. Lebih mengharukannya lagi, pada akhir acara, banyak dari pelajar kedua negara terlihat berkenalan dan bertukaran kontak. Tidak sedikit yang bercanda bersama dan banyak dari para pelajar Cina tampak tertarik dengan Indonesia.

Salah satunya adalah Fan Yu, mahasiswi S1 Ekonomi Keuangan di Jiangsu Institute of Commerce, mengatakan bahwa setelah ikut hadir dalam One Indonesia, dia merasa bahwa orang Indonesia sangat ramah, baik dan ia sangat tertarik dengan budaya tradisional Indonesia. Dia ingin mengetahui lebih lanjut mengenai budaya Indonesia yang di rasa negaranya tidak miliki. Dengan wajah bangga Fan Yu juga menunjukkan kontak teman-teman Indonesia yang baru dia kenal di acara One Indonesia.

Arif, mahasiswa S2 di Jiangsu University, yang datang dari kota tentangga Zhenjiang, menuturkan bahwa ia datang jauh-jauh dari luar kota karena ingin bertemu dengan ibu Konjen dan kawan-kawannya yang menempuh studi di Nanjing. Arif juga ikut berpartisipasi dalam lapor diri dan donor darah, mengatakan bahwa acaranya bagus, seru dan berjanji mengikuti acara One Indonesaia lagi tahun depan.

Komentar

Berita Lainnya