Wow, Petani Purbalingga Tanam Padi Nuklir

SHARE:

Wow, Petani Purbalingga Tanam Padi Nuklir
Penanaman perdana varietas 'Padi Nuklir' di Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (3/5).
Dirut PT Garam Ditangkap Atas Kasus Izin Impor
GNPF MUI : Pertemuan dengan Presiden adalah Kebutuhan Dialog Kedua Pihak

JAWA TENGAH, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengembangkan varitas padi yang merupakan hasil rekayasa teknologi nuklir di bidang pertanian.

Uji coba penanaman pertama ‘padi nuklir’ yang diberi nama varietas padi Inpari Sidenuk itu dilakukan di Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Rabu (3/5).

Penanaman dilakukan di atas lahan seluas 23 hektare. 10 hektar di Desa Senon, Kemangkon, 10 hektare di Kecamatan Kalimanah, dan 3 hektare untuk penangkaran di Desa Kedungjati, Bukateja.

Sekretaris Utama Batan, Falcony Margono, menuturkan, dengan rekayasa padi teknologi nuklir ini petani bisa mendapatkan hasil panen yang lebih banyak, yakni dari satu hektar bisa didapat hasil 9 hingga 10 ton.

“Hasil ini bukan final, dan akan terus diteliti hingga bisa melebihi range yang dicapai saat ini,” kata Falcony, Kamis (4/5).

Falcony menjelaskan, tanaman padi varietas Sidenuk tersebut sudah berhasil dikembangkan di sejumlah daerah percontohan baik wilayah Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Dan Penggunaan varietas ini sudah mencakup sekitar 40 persen di tingkat nasional.

Khusus varietas padi Sidenuk, lanjut Falcony, mampu menghasilkan gabah kering giling sebanyak 9,1 ton per hektare atau lebih tinggi dibandingkan dengan varietas padi lainnya. Selain itu berasnya juga terasa pulen dan memiliki umur lebih pendek dibanding varietas lain.

“Batan saat ini telah menghasilkan 22 varietas padi hasil teknologi nuklir. Varietas padi tersebut telah ditanam di berbagai wilayah Indonesia dengan luasan kurang lebih 3 juta hektare,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga, Tasdi, menyambut baik inovasi dari Batan tersebut. Bahkan ia berharap kerjasama antara Batan dan Pemkab Purbalingga bisa berkembang pada bidang lainnya.

“Dulu kita mengenal nuklir hanya untuk perang, ternyata teknologi nuklir bisa untuk perdamaian dan kesejahteraan masyarakat. Syukur nanti Batan bisa menghasilkan padi berumur lebih pendek lagi,” tukas Tasdi. (za/trb)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow