Untuk Pengamanan Website, KPU Minta Tambahan Dana Rp 35 Miliar

SHARE:

Untuk Pengamanan Website, KPU Minta Tambahan Dana Rp 35 Miliar
Sistem Pengamanan IT KPU Dinilai Perlu Dievaluasi
Berkas Tidak Lengkap, KPU Tolak Pendaftaran 13 Parpol Ini
Banyak Alasan Untuk Mengatakan Prabowo Akan Kalah di Pilpres 2019
Realistis Untuk Pilpres 2019, Partai Perindo Bakal Usung Jokowi Bukan Hary Tanoe

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan, pihaknya mengajukan permohonan tambahan dana untuk memperlancar proses Pemilu 2019. Salah satunya digunakan untuk memperkuat sistem teknologi informasi (TI) KPU untuk kebutuhan pemilu mendatang.

Menurut Arief, memang ada sejumlah nominal yang diusulkan untuk penambahan dana. Salah satunya sejumlah Rp 35 miliar.

“Namun, jumlah dana Rp 35 miliar itu hanya untuk satu elemen saja ya,” ujar Arief kepada wartawan di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Dengan begitu, Arief menegaskan, jika jumlah total dana tambahan yang diajukan oleh KPU kepada pemerintah bukan hanya sebesar Rp 35 miliar. Permohonan dana itu, lanjut dia, diperuntukkan untuk memperlancar proses Pemilu 2019 secara umum. Pengajuan  ini disampaikan KPU saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu siang.

Baca juga  Mahathir Menang di Malaysia, Gerindra: Ini Sinyal Jokowi Tumbang di 2019

Terpisah, Komisioner KPU, Viryan, mengatakan dana sebesar Rp 35 miliar diperuntukkan untuk penguatan server KPU. Secara umum, nantinya KPU akan memperkuat sistem IT yang juga memperkuat website resmi untuk kepentingan pemilu.

“Jadi kita akan melakukan penguatan IT KPU, salah satu elemen penguatannya adalah serverNah salah satu harga untuk server itu Rp 35 miliar,” ujar Viryan.

Dia melanjutkan, penguatan TI sudah menjadi kebutuhan KPU. Terlebih, setelah kasus peretasan situs KPU beberapa waktu lalu, kebutuhan untuk memperkuat TI semakin mendesak.

Baca juga  Presiden Jokowi : Framing Menuju 2019, Ada 2 Kepentingan, Bisnis dan Politik

“Kami lakukan penguatan server secara menyeluruh. Tujuannya agar kasus-kasus peretasan seperti kemarin tidak lagi terjadi. Kami mengupayakan agar ke depannya baik peretasan, maupun kapasitas server KPU yang kurang, jaringan yang bermasalah, kemudian bagaimana faktor keamanan dalam internet kita dan sebagainya bisa lebih baik,” tegas Viryan.

Atas pengajuan dana itu, kata Viryan, Presiden Jokowi menyatakan setuju. Sebab, Presiden juga ingin agar Pemilu 2019 berlangsung lancar.

Dia menambahkan, masih ada tambahan dana lain yang juga diajukan oleh KPU. Sebab, besaran dana Rp 35 miliar itu masih belum merupakan perhitungan final.

“(penambahan) Pasti ada. Tetapi kita bukan hanya bicara penambahan, melainkan lebih kepada kebutuhan anggaran,” tuturnya. (rep)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS