WP-MagOne-728x90

Tisha Destria, Sekjen PSSI Yang Cantik Dengan Segudang Prestasi

SHARE:

Tisha Destria, Sekjen PSSI Yang Cantik Dengan Segudang Prestasi
Ratu Tisha Destria, Sekjen PSSI (hingga 2020), Foto: Kompas
Pansus RUU Pemilu Siapkan Bahan Raker dengan Pemerintah
Tak Boleh Ada Aksi Lagi di Sidang Putusan 9 Mei Kasus Ahok

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan Sekretaris Jenderal yang baru pasca mundurnya Ade Wellington beberapa waktu yang lalu. Setelah melewati proses yang cukup panjang, Ratu Tisha perempuan 33 tahun itu akhirnya terpilih sebagai Sekjen PSSI hingga 2020.

Tisha terpilih sebagai sosok yang paling siap menjabat posisi Sekjen PSSI, menyisihkan 29 calon yang lain. Setelah sebelumnya diadakan fit and proper sebelum bulan puasa lalu, yang kemudian keluar peringkat satu hingga tiga sesuai penilaian yang dikeluarkan Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Melalui rapat Exco PSS inilah, Ratu Tisha terpilih menjadi Sekjen PSSI yang baru.

Dunia Sepakbola bukanlah hal yang baru bagi Ratu Tisha, sebelumnya pernah menjabat Direktur Kompetisi dan Operasional PT Gelora Trisula Semesta, operator Indonesia Soccer Championship 2016. Bahkan sejak ia duduk di bangku kelas I SMA Negeri 8 Jakarta dia sudah tertarik mengurus Sepakbola dengan terlibat membangun tim sepakbola sekolahnya dan sekaligus menjabat sebagai manajer.

Seperti apa profil dari Ratu Tisha Destria ini hingga dipercaya menjadi Sekjen PSSI yang baru?

Berawal dari Kejuaraan Sepak Bola Torabika (Torabika Soccer Championship/TSC), yang dimulai pada 29 April 2016 silam yang turut diinisiasi oleh  Presiden Jokowi, Ratu Tisha Destria berperan besar untuk mengawal kualitas kompetisi sebagai Direktur Kompetisi TSC.

Alumnus FIFA Master ini menjadi bintang baru di dunia sepak bola Indonesia lantaran setiap rapat penting dengan klub, pertemuan dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), dan pembahasan peraturan kompetisi yang berlangsung alot mengundang perhatian para wartawan.

Apalagi saat dirinya mengantarkan semua punggawa klub peserta TSC saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Presiden karena dirinya satu-satunya perempuan.

Perempuan sarjana Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memiliki pengetahuan dan visi tentang sepak bola yang sangat jauh ke depan,

”Sepak bola itu butuh sistem pendukung yang kuat, tidak bisa hanya satu aspek untuk membuat fondasi. Selama ini, mungkin yang berjalan baru satu aspek, yakni sisi penyelenggara kegiatan saja. Padahal, kolaborasi dengan banyak mitra menjadi kunci,” ujar Tisha.

Tisha sempat mengikuti pertukaran antarbudaya AFS di kota Leipzig, Jerman saat usia SMA. Ia juga mengenyam pendidikan di Max-Klinger Schule Gymnasium selama setahun dan juga sempat belajar manajemen olahraga di sana.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow