WP-MagOne-728x90

Tingkatkan Pendapatan dan Daya Beli Masyarakat, Presiden Jokowi: Program Subsidi Harus Tepat Sasaran

SHARE:

Tingkatkan Pendapatan dan Daya Beli Masyarakat, Presiden Jokowi: Program Subsidi Harus Tepat Sasaran
Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla memimpin Rapat Terbatas di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (25/7/2017).
Perang Terhadap Narkoba, Presiden: Kita Harus Bergerak Bersama dan Memagari Diri
Jokowi Cegah Inflasi Pangan Dengan Penurunan Harga

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berupaya meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat kelas bawah. Dan dalam rangka itu, ia mengimbau kepada kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk fokus bekerja di sektor pertanian maupun di sektor informal.

“Saya ingin program subsidi yang dialokasikan dari Kementerian Pertanian bisa tepat  sasaran serta mampu menaikkan nilai tukar petani,” tegasnya dalam Rapat Terbatas mengenai Perkembangan Implementasi Program Pengentasan Kemiskinan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Rapat ini sendiri berlangsung setelah Jokowi memimpin Rapat Terbatas tentang Perkembangan High Speed Train. Didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jokowi meminta agar stabilitas harga betul-betul bisa terjaga.

Selain itu, Jokowi juga berharap agar kenaikan harga kebutuhan pokok pun benar-benar bisa dikalkulasi dengan matang. Sebab, ujar Presiden, jika harga bahan pokok naik, maka garis kemiskinan pun akan naik. Itu artinya biaya hidup penduduk miskin pun juga akan naik.

“Ini akan membuat kenaikan pendapatan penduduk miskin kita, baik petani maupun buruh bangunan, menjadi kurang berarti,” ujar Presiden.

Untuk itu, ia pun mengimbau agar program-program kementerian, terutama Kementerian Pertanian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), juga penyaluran Dana Desa betul-betul bisa menjangkau 40% penduduk lapisan bawah.

“Dana Desa sebesar Rp 60 triliun tahun ini harus berdampak dalam mensejahterakan masyarakat yang kurang mampu,” pintanya.

Adapun terkait dengan bantuan sosial, Presiden meminta agar program-program bantuan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Program Keluarga Harapan, kemudian Beras Sejahtera bisa disalurkan kepada sasaran dan tepat waktu, sehingga bisa menurunkan beban hidup masyarakat miskin.

Agar tepat sasaran, Presiden Jokowi menegaskan, data harus betul-betul akurat, mutakhir, satu dan terpadu. Jangan menggunakan data sendiri sendiri.

“Saya ingatkan jangan bekerja linier, lakukan perubahan baik dalam sistem pendataan, sistem penyaluran,” pinta Presiden Jokowi seraya menambahkan, bahwa salah satu reformasi bantuan sosial yang digulirkan adalah penerapan sistem bantuan pangan non tunai kartu, sehingga bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran dan mengurangi kebocoran.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow