Thohari Aziz: Banjir, Longsor dan Pendidikan Adalah Masalah Utama di Balikpapan

SHARE:

Thohari Aziz: Banjir, Longsor dan Pendidikan Adalah Masalah Utama di Balikpapan
(Thohari Aziz, Ketua DPC PDIP Kota Balikpapan)
Gelar Rakorda PDIP Kaltim, Safaruddin: Mesin Banteng Harus Bergerak, Kita Harus Menang
Sambangi Tokoh Grogot, Safaruddin Kembali Jelaskan Visi Kaltim Mulus
Soal Banjir di Samarinda, Rusmadi : Akan Dikerjakan dengan “Keroyokan”

BALIKPAPAN, SUARADEWAN.com – Suara Dewan.com melakukan wawancara ekslusif kepada ketua DPC PDIP Balikpapan, pada Minggu (15/4/2018) melalui sambungan seluler.  Kepada Thohari Aziz (Ketua DPC Kota Balikpapan) menanyakan soal Dasacita Paslon Urut no 4 ini.

Thohari menjelaskan bahwa visi-misi yang diusung paslon dari PDIP dan Hanura ini sudah benar-benar diarahkan untuk rakyat. Tinggal bagaimana menurutnya, jika paslon no urut 4 ini terpilih untuk terus dikawal dan diberikan masukan-masukan terkait soal pembangunan.  

“Jadi dasacita yang menjadi komitmen Paslon pak Rus dan pak Safar, itu sungguh-sungguh yang diperuntukkan rakyat kaltim. Bagaimana masalah pendidikan, masalah mengatasi banjir, masalah pengangguran, masalah kebutuhan rumah, masalah lapangan pekerjaan, infrastruktur, keamanan, itu sudah memenuhi semua kebutuhan masyarakat kaltim.” ungkapnya.

Lanjut, Thohari, tinggal bagaimana dasacita tersebut perlu di explore, sehingga masyarakat Kaltim mengetahui, mengerti dan memahami. Ia pun kembali menjelaskan bahwa kebutuhan di Kota Balikpapan sendiri masih banyak yang perlu dilakukan dan dikawal lagi.

“Yang mendasar di Balikpapan adalah penanggulangan Banjir. Lalu Penanganangn daerah yang rawan longsor, itu pemetaannya harus semakin kongkret,” jelasnya.

“Karena di Balikpapan boleh dikatakan 80% daerahnya berbukit-bukit. Sehingga itu harus di mapping betul mana-mana daerah rawan longsor sehingga perlu edukasi juga kepada masyarakat.” lanjut Thohari menambahkan.

“Demikian pula, jika terjadi kelongsoran itu harus dilakukan cepat penanganannya. Dan itu bukan hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota, tapi juga menjadi program provinsi, sehingga ada sinergi antara pemprov dan pemkot,” paparnya.

Yang kedua, masalah pendidikan. Karena SLTA ini sudah menjadi tanggung jawab provinsi, dan di Balikpapan ini ada 9 SMA, ada 6 SMK dan ini dirasa masih kurang.

“Sehingga kedepan saya sebagai ketua tim pemenangan Balikpapan, dan ketua DPC Partai, nanti akan mengawal bersama dengan Pak Rus-Safaruddin, untuk pertama, menambah jumlah sekolah SLTA di Balikpapan. Dan ada pemerataan, mana-mana daerah yang belum ada SLTA. Baik itu SMA atau SMK.” ungkap Thohari.

Point lain menurut Thohari, yakni mengenai pemenuhan SAPRAS (Satuan Sarana dan Prasarana) di SLTA (SMA/SMK), sehingga terwujudnya pendidikan yang berkualitas itu bisa tercapai.

“Dengan SAPRAS yang mencukupi dan memadai.” tuturnya.

Lalu, peningkatan guru. Guru ini, bukan hanya guru PNS, tapi guru-guru honor ini juga harus menjadi prioritas untuk nanti ditingkatkan menjadi ASN. Harus diperjuangkan, karena kan sudah ada undang-undang guru.

“Jadi harus menjadi satu prioritas untuk diperjuangkan, guru honor Bantu untuk menjadi guru Honor PNS. Sehingga, kesejahteraan mereka bisa terangkat dan terpenuhi. karena guru adalah soko guru, penyiapan putra-putri kita untuk menjadi kader-kader bangsa khususnya di Kalimantan timur.” tegasnya. (aw)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS