Tangkap Sopir Bupati dan Nelayan, Kapolres Tolitoli: Saya Tak Pandang Bulu Berantas Narkoba

SHARE:

Tangkap Sopir Bupati dan Nelayan, Kapolres Tolitoli: Saya Tak Pandang Bulu Berantas Narkoba
Kapolres Tolitoli AKBP Muhammad Iqbal Alqudusy tengah menggalakkan test urine wujudkan polisi bebas narkoba.
Buka Puasa Bersama Masyarakat Batak, Rusmadi disebut Sosok yang Paham Masalah Kaltim
Taklukkan Fiorentina dan Roma, Kebangkitan Inter Milan Dimulai
Warga: Mantan Kapolda Kaltim itu Seorang yang Sungguh Peduli dan Merakyat

SUARADEWAN.com – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Markas Polisi Tolitoli menangkap sopir Bupati Tolitoli, Palu, Sulawesi Tengah, berinisial FF alias E, karena terbukti sebagai kurir narkoba di wilayahnya.

Menurut keterangan dari Kepolisian Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tolitoli AKBP Muhammad Iqbal Alqudusy, FF tertangkap basah saat mengambil narkoba jenis sabu seberat 8-10 gram yang dikirim dari Palu melalui jasa rental mobil dengan tujuan Palu-Tolitoli.

“Yang bersangkutan bernama FF alias E, 40 tahun, seorang oknum PNS di Pemkab Tolitoli yang juga driver Bupati Tolitoli,” terang Iqbal, Selasa (30/5/2017).

Baca juga  Narkoba Anggota DPRD Diduga dari Pengedar di LP Cipinang

Penangkapan itu pun kian mempertegas bahwa Kapolres Tolitoli tak segan-segan dalam melakukan kerja-kerja kepolisiannya. Ia tak pandang bulu, terutama dalam hal pemberantasan narkoba.

“Saya tak main-main dalam mengungkapnya, siapapun dia, saya tidak pandang bulu,” tegasnya.

Bagi Iqbal, proses hukum untuk kasus narkoba tak ada ampun. Kerja-kerja ini harus tetap jalan dan mesti dilanjutkan ke proses hukum yang berlaku.

Baca juga  BNN Ringkus Tahanan Narkoba yang Kabur dari Sel

Di hari yang sama, Satuan Reserse Narkoba yang dipimpinnya ini juga menangkap dua nelayan pelaku narkoba. Mereka adalah S, 19 tahun, dan SY, 41 tahun. Keduanya ditangkap di kampung Pajala, Kelurahan Baru, Kabupaten Tolitoli.

Dari tangan keduanya, polisi menyita sabu-sabu sebanyak 19 paket siap edar dan uang tunai Rp 2.720.000. (ms)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS