WP-MagOne-728x90

Tak Mau KPK Dilemahkan, Gerindra Keluar dari Pansus Hak Angket

SHARE:

Tak Mau KPK Dilemahkan, Gerindra Keluar dari Pansus Hak Angket
Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Desmond J Mahesa.
Rapat Paripurna: Selain Mengapresiasi, F-Gerindra Kritisi Kinerja Pemkot Tangsel
Arti Kemerdekaan, Taufik MA: di Tangsel Masih Ada Kesenjangan Antar Sesama

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Partai Gerindra akhirnya mundur dari posisinya selaku fraksi pendukung Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu alasannya, yakni ada langkah pelemahan KPK di Pansus Hak Angket tersebut.

“Kami melihat ada langkah-langkah yang mau melemahkan kelembagaan KPK,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Desmond J Mahesa di Jakarta, Senin (24/7/2017).

Alasan lainnya, menurut Desmond, soal tiadanya legalitas Pansus Hak Angket KPK.

“Fraksi Gerindra tarik diri dari Pansus Hak Angket KPK karena pembentukan Pansus tidak memenuhi syarat yang sesuai Tata Tertib DPR dan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD,” terangnya kembali.

Sementara yang dikehendaki Gerindra adalah pelibatan seluruh fraksi. Namun, dalam perjalanannya, masih ada fraksi yang belum menyetorkan nama anggotanya ke dalam pansus tersebut.

Bagi Desmond, kalau hal tersebut dibiarkan dan fraksi partainya (Gerindra) tidak mengambil sikap, maka ada sesuatu yang salah.

“Misalnya ke Lapas Sukamiskin, kami bilang tidak setuju namun mereka tetap berangkat. Saya bilang kalau tetap berangkat, Gerindra akan keluar sehingga ini yang membuat kami tidak bisa ikut,” pungkasnya.

Pihaknya pun menegaskan bahwa Pansus, mau tidak mau, harus menguatkan KPK. Keputusannya untuk keluar dari Pansus pun sudah sepengetahuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Harusnya mereka menguatkan (bukan melemahkan KPK). Kami sebagai partai non-pemerintah ya kami keluar.

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow