Tak Hanya Indonesia, Negara Lain juga Berlomba Ambil Investasi dari China

SHARE:

Tak Hanya Indonesia, Negara Lain juga Berlomba Ambil Investasi dari China
Hampir 30 kepala negara yang hadir dalam forum Belt and Road di Beijing berpose bersama, Senin (15/5).
Pilkada DKI Aman dan Damai jadi Jaminan Positif Investasi Dunia Usaha
Benarkah Inisiatif Jalur Sutra Baru Cina Akan Ancam Ketahanan Indonesia?

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Belum lama ini, China menjadi inisiator gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Belt and Road Forum International di Beijing (14/5/2017). Indonesia bersama 29 Negara dari belahan Dunia hadir pada kegiatan tersebut, baik dari Asia seperti Philipina, Vietnam, Timur Tengah, Afrika, Eropa hingga Chile.

Belt and Road sejatinya diusung China untuk mengatasi ketimpangan yang ada di negara tirai bambu tersebut. Namun, selain itu juga dimanfaatkan oleh negara-negara yang hadir sebagai modal investasi.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, selain Indonesia, negara-negara lain juga berlomba-lomba untuk mengambil investasi dari China.

“Akhirnya belt and road ini menjadi ajang kerjasama ekonomi, banyak negara mencoba bersaing mencoba ambil investasi dari China yang dikemas dalam acara itu. Selain infrastruktur, termasuk manufaktur dan jasa,” kata Bambang kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Alasan utama perlombaan negara-negara mencari investasi dari China, kata Bambang, dikarenakan kondisi ekonomi China sendiri yang sudah besar.

Sehingga, investasi di dalam negerinya sendiri sudah mulai jenuh dan perekonomian China melakukan moderasi dari investasi ke konsumsi. Sehingga, kapasitas investasi dari perusahaan-perusahaan China yang tidak terpakai bisa dimanfaatkan oleh negara lain, termasuk Indonesia.

“Perusahaan China ini sekarang jadi perusahaan besar bahkan konglomerasi. Berarti mereka juga butuh untuk menyalurkan uangnya, dan itu sudah terlihat di Indonesia, China yang dulu tidak terlihat, FDI sekarang sudah tumbuh sangat cepat dan masuk lima besar,” jelasnya.

Lanjut Bambang mengungkapkan, Indonesia juga tak menutup mata akan kesempatan tersebut. Apalagi, Indonesia sangat membutuhkan investasi, selain untuk pembangunan, investasi juga digunakan sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita butuh inflow dan kita butuh investasi terutama strategi kita ke depan harus lebih banyak bertumbuh dari investasi di samping menjaga daya beli masyarakat, konsumsi dan mudah-mudahan ekspor meningkat tapi kalau kita ingin memperkuat pertumbuhan tentu dengan investasi. Sumber investasi bisa dalam dan luar negeri yang luar negeri tentu kita lihat memang China yang punya semangat investasi ke bebagai negara,” tukasnya (De)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow