SMRC: Kemiskinan dan Pengangguran Bisa Membuat Jokowi Tersandung di Pilpres 2019

SHARE:

SMRC: Kemiskinan dan Pengangguran Bisa Membuat Jokowi Tersandung di Pilpres 2019
Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan
Hasil Studi: Wanita Berbokong Besar Lebih Cerdas dan Sehat
Saiful Mujani: Negara Bisa Bubarkan Ormas Jika Lakukan Tindakan Kriminal
CSIS: Rendahnya Dukungan Milenial kepada Jokowi-JK Disebabkan Lapangan Pekerjaan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kemiskinan dan Pengangguran dianggap sebagai kelemahan yang dimiliki oleh Presiden Joko Widodo, yang bisa membuatnya ditinggalkan pemilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Persoalan ekonomi seperti pengangguran, upaya mengentaskan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Jokowi-JK. Hal itu sebagaimana dipresentasikan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).

“Pekerjaan rumah pemerintah ke depan adalah pengangguran masih menjadi masalah. Upaya mengatasi kemiskinan juga masih jadi masalah karena masih banyak mengatakan belum ada perubahan,” kata Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan.

Baca juga  Pemilih Partai Pendukung Pemerintah Juga Dukung #2019GantiPresiden

Baca juga: 

Doktor lulusan Ohio State University tersebut lebih lanjut menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat menilai pemerintah belum berhasi memberi akses lapangan kerja bagi masyarakat untuk mengentaskan angka pengangguran. Sebanyak 42 persen responden menjawab tidak ada perubahan. Angka tersebut mengalami kenaikan dibanding survei sebelumnya hanya 41 persen.

Baca juga  Menkeu: Dana Desa Semakin Besar, Kemiskinan tidak Beranjak Turun

Selain itu, persoalan pengentasan kemiskinan masih belum mengalami peningkatan. Mayoritas publik menilai belum ada perubahan terkait kebijakan pemerintah dalam mengatasi persoalan kemiskinan.

Survei dilakukan pada 3-10 September 2017 dengan metodologi multistage random sampling. Terdapat 1.220 responden yang dipilih secara rendom, namun hanya 1.057 respon yang layak dianalisis. Margin of error dalam survei ini lebih kurang 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Kalau tidak diselesaikan ini akn menjadi masalah bagi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang,” katanya. (RIL)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS