Sikat Habis Mafia dan Kartel Pangan, Menteri Amran jadi Sasaran Fitnah

SHARE:

Sikat Habis Mafia dan Kartel Pangan, Menteri Amran jadi Sasaran Fitnah
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Rusmadi Satu-Satunya Cagub Yang Berani Turun ke Warga Gunung Mulia
Jokowi Bersilaturahmi dan Mengajak Para Ulama Beri Kesejukan Pada Pilkada 2018
BNN Amankan 300 Kilogram Sabu di Rawa Karang, 1 Tersangka WNA Tewas  

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Di tengah komitmen Presiden Jokowi mewujudkan pemerintahan yang bersih, Kementerian Pertanian (Kementan) di era kepemimpinan Menteri Andi Amran yang berjuluk “Ayam Jantan dari Timur” ini tidak henti-hentinya melakukan bersih-bersih dari korupsi.

Bersih-bersih ini tidak hanya bagi kalangan intern pegawai Kementan, melainkan juga bagi pihak pihak yang terkait pertanian. Beberapan upaya yang telah dilakukan Kementan guna mewujudkan aparatur yang bersih antara lain sosialisasi pencegahan anti korupsi dan pembinaan pengendalian hingga tindakan tegas bagi pegawai intern Kementan.

Sebagaimana diketahui, menteri Amran baru-baru ini menjadi sasaran fitnah. Hal ini oleh Dosen Paramadina, Hendri Satrio menilai jika Serangan terhadap pribadi Menteri Andi Amran ini sangat terkait dengan upaya bersih-bersih koruptor dan sikat habis mafia dan Kartel Pangan yang gencar dilakukan Mentan.

Atas fitnah tersebut melalui berita hoax yang beredar Amran langsung melapor ke Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi No. 3175/VI/2018/PMJ/Ditreskrimsus per tanggal 10 Juni 2018 dan pada hari yang sama Tim Cyber Crime bergerak cepat ke lokasi pelaku.

Baca juga  APPSI Dukung Pemerintah Potong Kartel dan Gelar Operasi Pasar Jelang Ramadhan

Dari hasil investigasi Tim Cyber yang melacak percakapan WhatsApp yang diunggah tentang Menteri Pertanian dan Bupati Pandeglang, ternyata keduanya tidak pernah ada komunikasi sama sekali, dan menangkap Andi Mahfuri (24) di rumahnya di Cepedak, RT 03/01 Purworejo, Jawa Tengah karena terbukti menyebar hoaks media sosial.

“Semua informasi dan gambar-gambar yang diedarkan tersangka adalah hasil karangan sendiri. Dan tersangka telah mengakuinya. Adapun motif pelaku hingga kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian,” jelas irjen Idham Aziz Kapolda Metro Jaya.

Tersangka diduga diperalat oleh kelompok kartel serta kelompok mafia pangan yang sengaja membuat berita bohong tersebut. Pasalnya dari pengakuan tersangka diketahui Ia merasa difitnah, belum lagi umurnya yang masih cukup muda.

Sejak awal menjabat Oktober 2014, Amran menggandeng BPKP, Kejagung, Kepolisian untuk mengawal program kerjanya. Selanjutnya Ia menempatkan Satgas KPK berkantor di Kementan. Tak hanya itu, Ia juga menggandeng KPPU untuk membersihkan kartel serta bersama Kapolri membentuk Satgas Pangan untuk membasmi mafia pangan.

Baca juga  Mentan Imbau Rakyat Kuasai Lahan Pertanian agar Datangkan Kesejahteraan

Demikian juga sejak awal 2015, Menteri Andi Amran bersama TNI AD menjalin kerjasama untuk membangun infrastruktur hulu, memperlancar distribusi sarana produksi dan hasil pertanian. Hingga kini, Amran berdiri paling depan dalam menangkap lebih dari 40 kasus oplos pupuk, kartel daging, ayam, jagung dan lainnya yang diproses KPPU. Menteri Andi Amran juga berhasil membongkar kasus bawang ilegal, oplos minyak goreng, dan lainnya.

Hingga saat ini diketahui sudah lebih dari 300 kasus mafia pangan diproses Satgas Pangan, termasuk kasus ketika Menteri Andi Amran bersama Kapolri menggerebek kasus beras PT. IBU yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu.

Amran juga memblack list perusahaan yang bermasalah dengan hukum, mengimpor tidak sesuai peruntukan, mempermainkan harga sehingga disparitas  tinggi 500 hingga 1000 persen, bv memanipulasi wajib tanam dan lainnya. Upaya tersebut didukung penuh Kementan dalam penegakan hukum dan memberikan apresiasi kepada jajaran Polri beserta Satgas Pangan. Kini lebih dari 497 kasus pangan diproses hukum. (sd)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS