Serahkan Petisi Puisi Esai, PPMI Harap Kementerian Segera Keluarkan Perrnyataan

SHARE:

Serahkan Petisi Puisi Esai, PPMI Harap Kementerian Segera Keluarkan Perrnyataan
Salah satu perwakilan PPMI memberikan berkas soal pelanggaran dalam sastra oleh Denny JA, di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin 12 Februari 2018
Simpang Siur Permen Full Day School, Komisi X DPR Minta Mendikbud Kaji Ulang
MUI dan PBNU Tolak Full Day School, Kenapa Maarif Institute Justru Mendukung?
Mendikbud Ingin Tambah Jam Sekolah, MUI Khawatir dan PBNU Tak Sepakat

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Perhimpunan Penyair Muda Indonesia (PPMI) akhirnya telah menyerahkan petisi penolakan program puisi esai yang diprakarsai Denny Januar Ali kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk penolakan terhadap pembodohan sejarah sastra tanah air.

“Sudah kita serahkan kepada Pak Menteri Muhajir Effendy yang diterima oleh bagian tata usaha, yang selanjutnya akan segera diserahkan kepada Menteri,” kata salah satu perwakilan PPMI di Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gedung A Lt. 2, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Baca juga  MUI dan PBNU Tolak Full Day School, Kenapa Maarif Institute Justru Mendukung?

Perwakilan PPMI mengatakan, selain penyerahan petisi, mereka juga mendesak Menteri Muhajir Effendy dan seluruh Dewan Kesenian di Jakarta dan di daerah untuk segera mengeluarkan pernyataan sikap atas gejolak puisi esai. Sebab, kata dia, apa yang dilakukan Denny JA adalah manipulasi sastra.

“Selain menambah daftar hitam kesusasteraan kita, ini juga tidak baik untuk perkembangan sastra tanah air. Petisi juga telah ditandatangani oleh 3000 lebih pendukung, yang artinya mereka menolak program puisi esai,” kata perwakilan.

Baca juga  Peringatan Hardiknas, Mayoritas Pemda Belum Terapkan 20% APBD untuk Pendidikan

Mereka menambahkan, setelah dari Kementerian, seharunya PPMI akan mendatangi Dewan Kesenian Jakarta juga untuk mengantarkan petisi. Namun, pihaknya mengaku tidak memiliki cukup waktu karena penyerahan petisi di Kementerian baru selesai pada pukul 16:30 WIB.

“Tidak terkejar, sebab sesuai dengan informasi dari Ketua Harian DKJ, Irawan Karseno bahwa DKJ hanya buka hingga pukul 17:00 WIB. Jadi kami memutuskan akan ke DKJ besok, Selasa,” kata dia. (PP)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS