Sejumlah Wali Murid di Tangsel Keluhkan PPDB Online Belum Bisa Diakses

SHARE:

Sejumlah Wali Murid di Tangsel Keluhkan PPDB Online Belum Bisa Diakses
Sejumlah orang tua siswa, sebagian masih tampak bertahan menunggu informasi lanjutan dadi panitia PPBD SMPN 11 Tangsel.
DPRD Tangsel Dukung Workshop Komite Integritas
Warga Tangerang Raya Apresiasi Program Pembagian Sertifikat Tanah Presiden RI
Jama’ah Masjid Alkautsar Tangsel Kembali Kumpulkan Dana Untuk Saudara Muslim di Palestina

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menuai hambatan. Pasalnya kali ini, ratusan orang tua siswa mendatangi lokasi pendaftaran PPDB Online di SMPN 11, Jalan Buana Kencana Sektor 12, BSD, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, pada Selasa (04/7).

Sebagian besar, orang tua siswa yang datang mengeluhkan sistem pelayanan pendaftaran online yang tak dapat di akses pada hari pertama pendaftaran sekolah dibuka.

Salah satu orang tua siswa JF (43) menyampaikan, sejak malam harinya telah mempelajari tata cara PPBD online, dengan harapan ketika waktu pendaftaran dimulai ia dapat dengan mudah mengakses website tersebut.

Baca juga  Tingkatkan Kualitas Ketua RT dan RW, Ciputat Timur Dibekali Pelatihan Tugas Administrasi

“Sejak malam hari saya sudah baca-baca prosedurnya, karena kalau di Jakarta dan Tangerang Kota begitu berganti jam kita mendaftar dengan mudah. Tapi di sini ternyata belum bisa, waktu akses yanh muncul hanya gambar sekolah dan tulisan coming soon saja,” kata JF saat ditemui disela-sela antrian PPBD manual di SMPN 11.

Hal senada dikatakan oleh orang tua siswa Didi (43), sejak malam tidak dapat mengakses website PPDB Online Tangsel berulang kali, bahkan selain menggunakan komputer ia pun mencobanya dengan menggunakan gadget.

“Yang tampil hanyalah layar berisi keterangan coming soon, dan kita tidak bisa masuk mengisi data-data yang dibutuhkan. Makanya tadi pagi saya langsung datang kesini, terus disuruh pake jalur manual. Masa belum diapa-apain sudah eror sistemnya,” kata Didi

Baca juga  Dindik Bantah Tudingan JPPI, Terkait Adanya Siswa Titipan Pejabat di Sekolah Tangsel

Dijelaskan Didi, kekecewaan pun makin bertambah dirasakan olehnya. Mengingat, ia sudah mengantri sejak pukul 08.00 WIB, untuk mendapatkan pelayanan manual. Akan tetapi harus rela kembali membawa pulang semua berkas sekolah putrinya, lantaran panitia mengumumkan telah menutup pelayanan pada pukul 14.00 WIB.

“Saya dapat nomor antrian ke-300, sudah antri dari pagi, terus disuruh balik lagi besok. Ini kan awal sumbernya di sistem online yang eror, harusnya dikasih toleransi waktu dong buat para pendaftar yang datang,” tandasnya (fn).

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS