Security 59 Tahun Cabuli 13 Anak Di Bawah Umur

SHARE:

Security 59 Tahun Cabuli 13 Anak Di Bawah Umur
Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Fadli Widiyanto (dua dari kanan) saat melakukan release di Mapolres Tangsel, pada (04/5) kemarin.
Mahfud MD: Kasus E-KTP Sudah Penuhi 2 Alat Bukti
Kinerja Komnas HAM Buruk, Dari Penuntasan Kasus Jalan di Tempat hingga Dugaan Penyelewengan Dana

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Jajaran Kepolisian Polres Tangerang Selatan, berhasil membekuk seorang petugas keamanan perumahan (Security) berinisial KM (59), di Kawasan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Pasalnya, pria lansia tersebut telah melakukan pencabulan 13 orang anak di bawah umur.

Dikatakan Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Fadli Widiyanto, Perbuatan bejat yang dilakukan oleh pelaku tersebut, sudah berlangsung sejak tahun 2014 lalu. Sementara para korban sendiri, adalah teman bermain sang cucu. Dalam hal ini, pihak kepolisian sangat prihatin terhadap ulah orang-orang dewasa yang seharusnya melindungi anak-anak tapi justru melampiaskan hawa nasfunya.

“Kejadiannya mulai terungkap baru kemarin, bulan April 2017. Bermula saat salah satu anak menceritakan pada orangtuanya, kemudian pihak orang tua pun melaporkan ke polisi, yang lain ikutan melapor. Ternyata korbannya banyak bermunculan dengan total 13 anak,” kata Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto, pada (05/5).

Dari total 13 korban yang ada, tertua usia 10 tahun dan baru enam orang anak yang sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Salah satu diantaranya, sudah mengalami kerusakan pada organ alat vitalnya, sementara yang lain jadi korban pencabulan.

“Kejadian itu berlangsung di rumah tersangka, di Pakulonan Barat, Kecamatan kelapa Dua. Jadi pada saat anak-anak main ke rumahnya, diajak nonton film horor. Anak-anak ketakutan kemudian dipeluk seolah dilindungi. Nah pada saat ketakutan itulah pelaku melakukan perbuatannya percabulan pada anak-anak,” paparnya.

Akibat perbuatan bejatnya tersebut, pelaku KM diancam pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI nomer 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan hukuman lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

“Polres akan buat Crisis Centre di sana, untuk korbannya berani melapor. Karena kita tidak tahu apakah anak-anak korban ini berhenti di 13 atau masih ada yang lainnya.Crisis Center ini nantinya kita dirikan untuk memfasilitasi para orang tua yang anaknya menjadi korban di sana, agar lebih dekat,”tukasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muhammad Alexander Yurikho, menambahkan, bahwa korbannya merupakan anak-anak dibawah umur berjenis kelamin perempuan semua. Pihak Psikolog juga akan memeriksa apakah tersangka pedofilia, atau karena tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

“Saat ini harus digencarkan kampanye perlindungan anak. Anak-anak harus mawas diri, bahkan oleh orangtuanya sendiri. Kita pihak kepolisian pun menghimbau agar para orang tua dapat melindungi, memberikan arahan agar tidak mudah percaya pada siapapun. Orang tua harus lebih konunikatif, perilaku apa saja yang sudah dilakukan orang dewasa saat berinteraksi dengan anak,” pungkasnya. (fn)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow