WP-MagOne-728x90

Berikut Motif Pelaku Tindak Siber Yang Berhasil Diciduk Kepolisian

SHARE:

Berikut Motif Pelaku Tindak Siber Yang Berhasil Diciduk Kepolisian
Terkait Cyber Crime, Dirjen Imigrasi Bekuk 52 WNA di Jakarta Selatan
52 WNA Terjaring Razia Imigrasi, 2 Terindikasi Narkoba

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sebanyak 148 Warga Negara Asing (WNA) dari Taiwan dan China diciduk oleh Satuan Tugas Khusus Bareskrim Polri atas tindak kejahatan siber. Sejumlah warga bermata sipit tersebut diciduk, di Jakarta, Bali dan Surabaya pada Sabtu (29/7/2017) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Tuwono menyampaikan, sindikat tersebut mengumpulkan data-data nasabah di Bank China dan Taiwan yang memiliki rekening besar. Mereka kemudian menghubungi para korbannya dengan berpura-pura sebagai instansi penegak hukum di Taiwan.

“Yang menjadi sasaran mereka adalah WN China yang mempunyai rekening besar di bank. Mereka mengaku sebagai polisi, jaksa maupun petugas bank,” ujar Kombes Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/7/2017).

Sindikat itu, Kombes Argo menjelaskan, bahwa calon korbannya sedang diselidiki karena terkait sebuah kasus pidana. Setelah para korban ketakutan, mereka meminta dikirimkan sejumlah uang. Tujuan mengirimkan uang tersebut untuk menghentikan kasus pidana yang seolah-olah sedang mereka selidiki.

“Menurut informasi dari kepolisian Tiongkok (China), kegiatan di Indonesia itu dilakukan sejak awal tahun 2017 itu sudah meraup keuntungan sekitar Rp 6 triliun,” jelasnya.

Kombes Argo menambahkan, selain menangkap 148 warga China dan Taiwan, pihak kepolisian juga menangkap lima warga negara Indonesia yang diduga terlibat dalam kasus itu. Para warga asing rencananya akan diserahkan ke Imigrasi untuk proses deportasi, dan kasus itu sendiri akan ditangani oleh Kepolisian China.

“Rencana tindak lanjut kami akan melakukan joint investigation dengan kepolisian Tiongkok untuk mengungkap semua jaringan ini,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam penangkapan di Bali, Satgas Bareskrim Polri dan Polda Bali menggerebek rumah kontrakan di Perumahan Puri Bendesa Lingkungan Mumbul, Kelurahan Benua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Dari rumah tersebut, petugas menangkap 32 orang yang terdiri dari 27 warga China, dan lima warga Indonesia.

“Dari lokasi, polisi menyita 38 telepon rumah, 25 modem, tujuh router, 10 laptop, delapan ponsel, seperangkat CCTV, dan enam paspor. Untuk sementara, pelaku diamankan di rumah tahanan Polda Bali,” paparnya.

Sementara untuk kasus di Jakarta, tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya yang bekerja sama dengan Kepolisian China menangkap 29 warga China. Penangkapan dilakukan di Jalan Sekolah Duta Raya Nomor 5, Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di lokasi itu, pihak kepolisian berhasil menyita tujuh laptop, 31 buah iPad mini, sebuah iPad, 12 handytalky, 12 wireless router, ponsel, hingga kartu tanda penduduk China, dan paspor.

“Penggerebekan juga dilakukan di tiga lokasi di perumahan Bukit Darmo Golf, Surabaya. Petugas menangkap 92 orang di ketiga lokasi tersebut yang terdiri dari 81 warga China dan 11 warga Taiwan. Barang bukti yang disita antara lain, lima unit laptop, tiga iPad mini, 41 telepon, 12 wireless router, dan 82 ponsel,” tandasnya. (fn)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow