Sambut Rizieq Shihab, Alumni 212 “Paksa” Rakyat Kibarkan Merah-Putih Setengah Tiang

SHARE:

Sambut Rizieq Shihab, Alumni 212 “Paksa” Rakyat Kibarkan Merah-Putih Setengah Tiang
Terungkap! Sosok ‘Kak Ema’ Ternyata Benar Teman Dekat Firza
Polisi Minta Interpol Tangkap Habib Rizieq

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kabar tentang kedatangan kedatangan kembali Rizieq Shihab ke Indonesia menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Terlebih bagi Presidium Alumni 212, kedatangan sang “nabi” tersebut direspons melalui jumpa persnya hari ini.

Dalam jumpa pers yang terselenggara di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, Presidium Alumni 212 tak tangung-tanggung mengajak “paksa” semua kalangan untuk mengibarkan bendera Merah-Putih setengah tiang.

Hal ini berkaitan dengan penetapan Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam kasus chat mesum yang bagi mereka (Alumni 212) merupakan bentuk matinya hukum di Indonesia.

“Khusus untuk penetapan tersangka kepada Habib Rizieq dan rencana kepulangan beliau ke Tanah Air, maka kami Presidium Alumni 212 bersama tim pembela ulama mengajak ormas-ormas Islam lainnya dan juga komponen masyarakat yang cinta ulama untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai simbol matinya keadilan di negeri ini,” tandas Ketum Presidium Alumni 212, Ansufri Sambo dalam jumpa persnya di Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Di samping itu, Sambo juga mendesak TNI dan Polri untuk berlaku netral, tidak memihak, apalagi menjadi alat kekuasaan. Terutama ketika mereka selaku “pembela ulama” mengadakan aksi penyambutan untuk Rizieq Shihab.

“Kami minta TNI dan Polri untuk tidak bertindak represif kepada rakyat selama rakyat menjalankan aksi dengan damai, tertib dan konstitusional,” lanjutnya.

Kepada Komnas HAM, Alumni 212 juga mendesak untuk mengeluarkan rekomendasi bahwa pemerintahan Jokowi telah melakukan pelanggaran HAM terhadap ulama. Sebab tindakan ini, menurut mereka, sangat diskriminatif.

“Mendesak Tim Investigasi Komnas HAM untuk segara mengeluarkan rekomendasinya bahwa rezim Jokowi telah melakukan pelanggaran HAM berat secara sistematis, masif dan terstruktuf terhadap para ulama, aktivis-aktivis pro keadilan dan ormas Islam HTI,” ujarnya kembali. (ms)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow