WP-MagOne-728x90

Saiful Mujani: Negara Bisa Bubarkan Ormas Jika Lakukan Tindakan Kriminal

SHARE:

Saiful Mujani: Negara Bisa Bubarkan Ormas Jika Lakukan Tindakan Kriminal
Pendiri SMRC Saiful Mujani
Hoax! Kontrak Politik Anies-Sandi Siap Usung Syariat Islam
Pilkada Bukan Bencana Demokrasi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani memberi paparan tegas terkait pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia. Menurutnya, negara hanya bisa mengambil langkah tersebut jika yang bersangkutan memang melakukan pelanggaran hukum seperti tindakan kriminal.

“Dalam demokrasi, silakan HTI, ISIS, PKI, Syiah, Ahmadiyah, LGBT, dan banyak minoritas lainnya untuk hidup karena mereka semua manusia. Mereka hanya bisa dilarang kalau mereka melakukan tindakan kriminal seperti warga lainnya juga,” terang Saiful melalui akun Twitter-nya @saiful_mujani, Kamis (13/7/2017).

Terkait pembubaran ormas ini, Saiful juga menegaskan bahwa demokrasi yang matang adalah demokrasi yang ditandai dengan kesediaan warga negara dan para penegak hukum untuk menjaga hak-hak dasar manusia.

Hak-hak dasar tersebut, lanjutnya, adalah hak untuk hidup, hak berkeyakinan, apapun keyakinannya.

“Kalaupun kita kita tak setuju dengan keyakinan orang lain, tapi ia tetap punya hak hidup sebagai manusia yang kebetulan berbangsa-negara tertentu. Hak hidup itu ya hak untuk berkeyakinan beda, hak untuk bisa memenuhi hidupnya,” terangnya kembali.

Meski demikian, tambah Saiful, Indonesia hari ini bukanlah negara yang bersistem demokrasi penuh karena konstitusi. Dasar negara Indonesia tetap dinilai tak sepenuhnya toleran terhadap keragaman keyakinan.

“Negara kita dasarnya tak toleran terhadap ide dan perjuangan damai menentang Pancasila seperti PKI, DI/TII, HTI, dan seterusnya,” tandasnya.

“Negara kita tak cukup mampu untuk menantang segala macam ide dengan ide-ide juga,” sambungnya.

Dijelaskan pula bahwa konstitusi yang menjadi dasar bernegara hari ini merupakan produk sejarah kompromi antara kaum nasionalis dan Islam. Inilah, bagi Saiful, produk maksimal yang dicapai Indonesia sejauh ini.

“Itulah demokrasi kita. Jangan membayangkan demokrasi kita akan makin matang bila fondasinya sendiri memang tak mendukung untuk itu,” lanjut Saiful.

Karenanya, imbaunya, konstitusi hari ini harus diamandemen lagi supaya lebih inklusif atas keragaman manusia. (ms)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow