Said Aqil Nilai Video Radikalisme Lebih Bahaya Dari Pornografi

SHARE:

Said Aqil Nilai Video Radikalisme Lebih Bahaya Dari Pornografi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj
Zulkifli Hasan: Jangan Pernah Bilang Masjid Radikal!
Tolak Radikalisme dan Terorisme, PB PMII Gelar Aksi di Tiga Lokasi di Jakarta
PBNU: Jangan Gunakan Dalil Agama Untuk Kepentingan Politik

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyebut konten radikalisme yang ada di dalam video berpotensi membuat orang yang menontonnya melakukan tindakan kejahatan.

“Setelah menonton materi terorisme, dia keluar dari rumah membunuh dan dibunuh maka dosanya dimaafkan, masuk surge,” terang Said Aqil di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu, (3/5/17).

Ajakan jihad yang termuat dalam video dari kelompok radikal sering disalahartikan tanpa melihat dalam konteks apa jihad dibolehkan. “Mereka tidak tahu konteks apa, situasi kapan untuk berjihad. Padahal konteksnya itu dalam situasi perang itu. Kalau keadaan aman kemudian keluar ‘ngebom’, yang melakukan itu orangnya pasti banyak dosanya,” sambungnya.

Baca juga  Safari Ramadan: Ketua DPR Minta Ulama Jaga Umat

Bahkan ia menilai, menonton video terorisme lebih berbahaya daripad menonton pornografi. Namun dalam konteks ini, bukan berarti membenarkan pornografi melainkan ingin menunjukkan bahwa konten terorisme sangat berbahaya karena berimplikasi pada tindakan kejahatan.

Baca juga  Ahok Ajukan Banding, PBNU: Itu Hak Hukumnya

“Menonton YouTube tentang pornografi lebih ringan daripada terorisme. Terorisme itu lebih bahaya daripada gambar perempuan telanjang,”pungkasnya.

Ia menjelaskan,  orang yang menonton pornografi cenderung akan merasa bersalah tapi tidak jika melihat materi terorisme. Menurutnya, konten terorismen merupakan salah satu bentuk indoktrinasi untuk membenarkan tindakan membunuh dengan janji surga. (dd/te)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS