Rupiah Jeblok, Gubernur BI Sibuk Plesiran ke Luar Negeri. DPR: Segera Pulang!

SHARE:

Rupiah Jeblok, Gubernur BI Sibuk Plesiran ke Luar Negeri. DPR: Segera Pulang!
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardoyo
Gubernur BI Baru: Insya Allah Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Stabil
Misbakhun: Jadikan Pemberantasan Korupsi Sebagai Agenda Nasional
Biar Tidak Bokek Saat Rupiah Melemah, Lakukan 3 Hal Ini

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun (Fraksi Partai Golkar) meminta Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo untuk segera kembali ke Indonesia dari liburannya. Itu menyusul terus melemahnya rupiah di level Rp 14.073 per dolar pada hari ini.

Di tengah gejolak penurunan tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo justru sibuk pelesiran melakukan perjalanan ke luar negeri dalam waktu yang cukup lama. Sementara sisa masa jabatan Agus tinggal menghitung waktu.

Misbakhun mengaku tidak habis pikir, posisi nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp 14.073 per dolar ternyata tidak juga membuat Gubernur BI tergugah ‘sense of crisis’nya, sehingga tidak merasa perlu mempercepat perjalanan dinasnya di luar negeri untuk segera kembali ke Tanah Air.

Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun (Fraksi Partai Golkar)

Lanjut dia, padahal keadaan volatilitas nilai tukar rupiah ini sangat mengganggu stabilitas perekonomian nasional. Dengan demikian, mestinya BI harus mengambil langkah-langkah yang strategis untuk mengembalikan nilai tukar rupiah pada jalur penguatan yang mencerminkan kekuatan ekonomi nasional.

Baca juga  Redenominasi Rupiah: USD1 = Rp14,-

“Saya meminta Gubernur Bank Indonesia segera pulang dan memperpendek perjalanan dinasnya untuk mengurus nilai kurs rupiah yang jeblok ini,” tegas politisi Golkar itu kepada wartawan, Rabu (9/5/2018).

Baca juga  Rupiah Terus Melemah, DPR Ingatkan Pemerintah Lakukan Antisipasi

Diakui Misbakhun, belakangan tersiar kabar, bahwa Gubernur Bank Indonesia di sisa jabatan yang sudah akan habis masih melakukan mutasi jabatan dengan menempatkan orang-orang yang selama ini dianggap dekat dengan Gubernur BI untuk menduduki jabatan-jabatan strategis.

“Kebijakan mutasi tentunya akan sangat mengganggu Gubernur Bank Indonesia terpilih karena akan mengalami kesulitan ketika saat dilantik dan menduduki jabatan, bisa saja mengalami kesulitan menyusun formasi jabatan yang dikehendaki guna membangun kinerja Bank Indonesia yang lebih ideal dan berkinerja baik” tegasnya. (nc)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS