Rizieq Sia-Sia Bawa Kasusnya ke Mahkamah Internasional

SHARE:

Rizieq Sia-Sia Bawa Kasusnya ke Mahkamah Internasional
Rizieq Shihab.
SETARA : Pemerintah Punya Otortitas Mendefinisikan Ancaman Berbahaya dari Suatu Ormas
Ancam Keutuhan Bangsa, Pemerintah Didesak Bubarkan FPI dan HTI

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Rencana Imam Besar FPI Rizieq Shihab untuk membawa kasusnya ke Mahkamah Internasional dinilai sia-sia saja, sebab out of context.

Hal itu diungkapakan Ketua Setara Institute Hendardi dalam pernyataannya, Senin (22/5).

Menurut Hendardi, mekanisme internasional hanya didesain untuk mengadili perkara yang spesifik dan khusus saja, bukan untuk menangani kasus seperti yang dialami oleh Rizieq Shihab.

“Pernyataan pengacara Rizieq Syihab yang akan membawa kasus tersebut ke mahkamah Internasional adalah tindakan yang sia-sia dan out of context karena mekanisme internasional didesain hanya untuk mengadili perkara-perkara spesifik dan dengan mekanisme khusus,” kata Hendardi.

Menurutnya, tim pengacara Rizeq Shihab semestinya mempelajari dan memahami bahwa ada dua mekanisme hukum internasional, yakni International Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC). ICJ mengadili sengketa antarnegara atau badan hukum internasional, seperti entitas bisnis.

“Jadi subjek hukumnya adalah entitas tertentu, bisa negara bisa juga non-negara. Seperti sengketa perbatasan atau sengketa bisnis internasional. Dengan kata lain, ICJ adalah peradilan perdata internasional. Klaim kriminalisasi atas RS jelas bukan merupakan kompetensi ICJ,” jelas Hendardi.

Sedangkan ICC, sambung Hendardi, mengadili 4 jenis kejahatan universal, antara lain genosida, kejahatan perang, agresi, dan kejahatan kemanusiaan (crime againts humanity) yang memenuhi standar sistematis, terstruktur, masif, dan meluas.

Sementara kasus chat mesum Rizieq Shihab, kata Hendardi, jelas tidak masuk dalam kompetensi ICC. Apalagi Indonesia sebagai negara belum meratifikasi ICC.

“Apalagi ICC yang dibentuk berdasarkan Statuta Roma menuntut adanya ratifikasi dari negara-negara; dan Indonesia belum meratifikasinya. Jadi mau dibawa ke pengadilan internasional yang mana kasus RS ini oleh pengacara-pengacaranya?” beber Hendardi. (za/de)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow