Ribuan Warga Marawi Menderita Akibat Teror Kelompok Abu Sayyaf

SHARE:

Ribuan Warga Marawi Menderita Akibat Teror Kelompok Abu Sayyaf
Warga Marawi mengungsi akibat kotanya dijadikan medan tempur oleh kelompok militan Abu Sayyaf.
DPR Minta Pemerintah Sepakati Definisi, Agar RUU Antiterorisme Segera Bisa Diundangkan
Pasangan Calon Pilkada Dilarang Kampanye di Pesantren
Berkunjung ke Karang Jati, Safaruddin Didoakan Menang

FILLIPINA, SUARADEWAN.com – Ribuan warga kota Marawi di Fillipina Selatan terpaksa mengungsi dari tempat tinggalnya akibat dijadikan lokasi pertempuran oleh milisi Abu Sayyaf terhadap Pasukan keamanan Fillipina.

Pertempuran itu merupakan buntut dari penolakan militan atas rencana penangkapan seorang petinggi milisi Abu Sayyaf,  Isnilon Hapilon, oleh pihak keamanan Fillipina pada Selasa (23/5) malam.

Para militan selain menghancurkan fasilitas umum, juga menagkap warga Kristen dan membebaskan puluhan tahanan di penjara.

Saat warga kota Marawi bergerak untuk mengungsi, pihak keamanan dan gerilyawan mendirikan pos pemeriksaan dan penghalang jalan di rute pengungsian tersebut dan sekitar kota.

Baca juga  Perang dengan Milisi Abu Sayyaf, Duterte Umumkan Darurat Militer

Pihak keamanan Fillipina jua menggelar razia ketat pada kendaraan yang melintas untuk mencegah adanya penyeludupan senjata dan bom.

Disana juga terlihat antrian panjang truk pickup dan mobil jip yang penuh dengan barang-barang dan menyusuri jalan kota tersebut menuju tempat pengungsian di kota lain yang terdekat.

Sebelumnya, Presiden Fillipina Rodrigo Duterte mengumumkan darurat militer di Mindanao akibat serangan militan Abu Sayyaf tersebut.

Baca juga  Teroris Brutal, Presiden Filipina: Saya Akan Makan Hidup-Hidup

Duterte menyampaikan pesan pada rakyat Fillipina untuk tidak takut terhadap serangan teror tersebut. Ia berjanji akan segera menyelesikan persoalan itu secepatnya ketika sudah kembali dari kunjungan kenegaraan ke Russia.

“Jika butuh waktu setahun untuk melakukannya maka kita akan melakukannya. Namun, jika selesai dengan sebulan, maka saya akan bahagia, untuk orang-orang sebangsaku, jangan terlalu takut, saya akan pulang. Saya akan membereskan masalah ini begitu saya tiba di Manila,” tegas Duterte. (za/si)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS