Resmi Ditahan, Pelapor Kaesang Mengaku Dikriminalisasi

SHARE:

Resmi Ditahan, Pelapor Kaesang Mengaku Dikriminalisasi
Muhammad Hidayat Situmorang
Jadi Korban Ujaran Kebencian, Ketua Komisi IV DPRD Tangsel Tuntut Organisasi Ganespa
Hina Presiden Tim Siber Polda Sulsel Tangkap Buruh Bangunan
Kasus Ahmad Dhani Dilimpahkan Ke Kejaksaan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pelapor anak Presiden Jokowi Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat Situmorang, resmi ditahan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya hari ini, Sabtu (15/7/2017).

Menurut keterangan dari kepolisian, Hidayat ditahan karena kasus ujaran kebencian (hate speech) yang sudah membelitnya sejak tahun 2016 lalu. Ia ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 12 jam lebih di Markas Polda Metro jaya.

Terhadap itu,  Hidayat sendiri mengaku telah dikriminalisasi oleh pihak otoritas.

“Saya bilang penahanan ini adalah kriminalisasi dalam bentuk lain oleh penguasa yang zalim,” ungkapnya saat melakukan pemeriksaan kesehatan di Markas Polda Metro Jaya, Jumat malam.

Baca juga  Terbitkan SPDP, Polisi Tetapkan Hary Tanoe sebagai Tersangka

Selama 12 jam, lanjut Hidayat, dirinya juga mengaku menolak diperiksa oleh pihak berwajib. Hal ini karena ia tidak didampingi oleh kuasa hukumnya, hanya diperiksa seorang diri.

“Saya belum bersedia memberikan keterangan karena tidak ada penasehat hukum. Tidak ada pemeriksaan, langsung ditahan,” imbuhnya.

Ia pun menilai bahwa kepolisian tidak memiliki alasan yang cukup untuk menahan dirinya. Ia justru merasa bahwa kepolisian telah berlaku sewenang-wenang.

“Hanya menyebutkan keweangan penyidik,” pungkasnya.

Baca juga  Hina Presiden Tim Siber Polda Sulsel Tangkap Buruh Bangunan

Diketahui, Hidayat resmi ditahan karena unggahan videonya berjudul “Terungkap! Kapolda Metro Jaya Provokasi Massa FPI agar Serang Massa HMI”. Menurut kepolisian, ini merupakan ujaran kebencian dan melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Atas perbuatannya, ia dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 20118 tentang ITE, dengan ancaman hukuman, yakni pidana paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS