Refleksi 9 Tahun Tangsel, Wakil Ketua I DPRD: Masyarakat Tangsel Kurang Mengkritik Pemerintah

SHARE:

Refleksi 9 Tahun Tangsel, Wakil Ketua I DPRD: Masyarakat Tangsel Kurang Mengkritik Pemerintah
Wakil Ketua I DPRD Tangsel TB. Bayu Murdani
Jadi Korban Ujaran Kebencian, Ketua Komisi IV DPRD Tangsel Tuntut Organisasi Ganespa
Bamus Tangsel : 9 Tahun Usianya, Keterbukaan Publik Di Tangsel Kosong
DPRD Tangsel Soroti Tingginya Angka Penderita AIDS di Kota Tangsel

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Hari ini sembilan tahun sudah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berdiri sebagai daerah otonom. Partisipasi masyarakat dalam melakukan fungsi kontrolnya terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah harus tetap berjalan, sekalipun segudang prestasi telah ditorehkan oleh kota penyangga ini.

Ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangsel, dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tangsel yang ke-9 tahun, Wakil Ketua I DPRD Tangsel TB. Bayu Murdani menuturkan tanggapannya terkait kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) selama dua periode ini.

Menurutnya, diusia ke 9 tahun ini, Pemkot Tangsel sudah bekerja cukup baik, akan tetapi pihaknya menilai masyarakat kurang meningkatkan kritikannya.

“Pemkot telah bekerja cukup baik, tapi saya menilai, masyarakat juga harus meningkatkan kritisinya, harus ada otokritik, ini kan tidak ada keritik terhadap pemerintahan, termasuk dalam penganggaran pertahunnya,” kata TB Bayu Mardani, Minggu (26/11).

Baca juga  Bertandang ke DPRD Tangsel, Warga Villa Bintaro Indah Ajukan Tiga Permintaan

Wakil Ketua DPRD Tangsel ini berharap, kritikan dalam masyarakat demokrasi adalah hal yang lumrah, namun menurutnya kritikan tersebut adalah rangka membangun atau mengingatkan. Pemerintah lanjutnya juga butuh kritikan.

“Inikan sepertinya landai-landai saja, ya artinya memang kurang kritik, tapi bukan kritik yang betolak belakang tetapi kritik yang bersifat mengingatkan, contohnya masalah pembangunan Gedung DPRD,” pungkasnya.

Kader PDIP ini pun mengingatkan Pemkot Tangsel untuk melakukan intropeksi di internal pemerintahan. Seperti kejadian terdahulu seperti tahun-tahun ke 5, 6 dan 7 yang harus dijadikan bahan pembelajaran bersama.

“Di tahun 5, 6, dan 7 itukan banyak kejadian. Tapi saya cukup mengapresiasi kinerja pemerintah,” paparnya.

Baca juga  Penutupan Tangsel Clothing Expo Dipadati Ribuan Pengunjung

Bagi saya, lanjut TB. Bayu Murdani, ada beberapa hal yang perlu menjadi khusus kedepannya. Hal tersebut menurutnya sejalan dengan pemaparan Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim.

“Pembangunan infastruktur, ekonomi dan seterusnya sudah cukup baik dibanding daerah lain, namun harus diperhatikan dan diwaspadai kedepan adalah kecemburuan sosial,”pungkasnya.

Oleh karenanya, pemerintah menurutnya tidak boleh mengabaikan masyarakat, semua unsur masyarakat harus dilayani dengan menyamaratakan pelayanan.

“Sejauh ini untuk pelayanan dasar terhadap masyarakat dari tahun ke tahun terus meningkat. Kalau untuk mencapai kepuasan tidak akan ada puasnya, tapi harus ada upaya meminimalisir dari berbagai macam kejadian terkait keluhan masyarakat,” tuturnya. (fn)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS