WP-MagOne-728x90

Publik Menanti “Nyanyian” Tersangka Ketum Golkar

SHARE:

Publik Menanti “Nyanyian” Tersangka Ketum Golkar
foto : Setya Novanto
Ini Penyebab Pengawasan Dana Desa Masih Lemah
Begini Kata Ketua BPK Soal Penangkapan Anak Buahnya Oleh KPK

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Praktisi hukum senior, Muara Karta mengapresiasi langkah keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkan Ketua DPR yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto sebagai tersangka terkait dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). 

Menurutnya, penetapan tersangka Setnov (sapaan akrabnya) bisa menjadi pintu masuk untuk menyeret para anggota DPR lainnya yang diduga ikut menikmati aliran duit haram tersebut. Pasalnya sejumlah nama anggota DPR telah disebut-sebut dalam sidang perkara korupsi e-KTP.

“Publik tentu menunggu “nyanyian” Setnov untuk menyeret rekan-rekan sejawatnya di Senayan itu. Terutama mereka yang getol menggelar Pansus Hak Angket KPK,” kata Karta dalam pernyataanya kepada Suaradewan, Kamis (20/7). 

Ia juga berharap kepada Setnov untuk bersikap jujur dan terbuka, serta bernyali untuk membongkar kasus ini sampai tuntas. “Termasuk menyeret ketua Pansus Hak Angket KPK, Agun Gunandjar yang namanya disebut-sebut dalam persidangan yang menghadirkan Miryam S Haryani,” ujarnya dengan tegas.

Lebih lanjut Karta menilai, bahwa skandal korupsi e-KTP sangat memalukan. Apalagi salah satu pelakunya menempati posisi strategis sebagai Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR.

“Akibat keserakahan itu yang menyebabkan program pemerintah untuk rakyat bisa memakai atau menggunakan e-KTP yang mempunyai akses chip, ternyata gagal total,” ucapnya.

Pengacara senior ini mendorong, KPK untuk mengusut tuntas, terutama bekas Mendagri, Gamawan Fauzi. Karena ada dugaan yang bersangkutan ikut kecipratan duit korupsi e-KTP.

“Pokoknya seluruh pihak yang terlibat dalam skandal korupsi e-KTP harus dihukum berat,” pungkasnya. (yp)

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow