WP-MagOne-728x90

Presiden Jokowi Akan Berpidato Penanggulangan Terorisme di KTT G-20

SHARE:

Presiden Jokowi Akan Berpidato Penanggulangan Terorisme di KTT G-20
Presiden RI, Joko Widodo
Indonesia – Filipina Bentuk Kelompok Kerja Kontra-Terorisme
Pilpres 2019 Masih Jauh, Dukungan untuk Jokowi Terus Bergulir

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menjadi pembicara utama di Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Hamburg, Jerman dalam sesi retret yang membahas penanggulangan terorisme.

KTT G-20 tahun 2017 dilangsungkan 7-8 Juli di Hamburg Jerman. G-20 merupakan organisasi 20 kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dalam perhelatan tersebut ada lima sesi yang akan diselenggarakan. Di awali dengan para pemimpin negara G-20 melakukan Sesi retret informal mendiskusikan penanggulangan terorisme pada jum’at (7/7) pagi waktu setempat.

“Presiden diminta untuk berbicara sebagai lead speaker (pembicara utama) dalam isu penanggulangan terorisme), tutur Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seusai rapat koordinasi di Istana Merdeka, Senin (3/7) yang dipimpin Presiden Jokowi.

Presiden juga dijadwalkan untuk memberi pendapat dalam sesi ekonomi dan keuangan pertemuan G-20. Topik utama lain yang menurut rencana, juga dibahas dalam perhelatan itu ialah perdagangan bebas, perubahan iklim, migrasi, pembangunan berkelanjutan, dan stabilitas global.

Tiga tema utama pertemuan G-20 dalam kepemimpinan oleh Jerman tahun ini ialah keberlanjutan (sustainability), ketahanan (resilience), dan tanggungjawab (responsibility), KTT G-20 akan dihadiri pemimpin Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Perancis, jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Beberapa negara yang juga diundang, antara lain, adalah Spanyol, Norwegia, Belanda, dan Singapura. Adapun sejumlah organisasi international yang menghadiri pertemuan G-20 meliputi organisasi buruh international (ILO) dan Dana Moneter International (IMF).

Di sela-sela KTT G-20 Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral. Dijadwalkan ada enam pertemuan bilateral, antara lain dengan Presiden AS Donald Trump dan PM Belanda Mark Rutte. Sebelum ke Jerman, Jokowi akan berkunjung ke Turki.

“Turki adalah salah satu mitra penting Indonesia, sesama negara berpenduduk mayoritas muslim, 79-80 juta orang dan sama-sama berada di berbagai organisasi international,” ujar Retno.

Pada tahun lalu, jumlah perdagangan Turki-Indonesia mencapai 1,3 milliar dollar AS, dengan 1 miliar dollar AS merupakan nilai ekspor Indonesia ke Turki, sedangkan 300 juta dollar AS adalah impor dari negara itu.

Diharapkan, tercapai kesepakatan kerja sama ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Turki. (MA)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow