Polda Riau Berhasil Tangkap Kembali 70 dari 200 Napi Rutan Pekanbaru yang Kabur

SHARE:

Polda Riau Berhasil Tangkap Kembali 70 dari 200 Napi Rutan Pekanbaru yang Kabur
Ilustrasi
Sambut Pemilu Serentak 2019 Gerindra Ajak PBB Bersinergi
Panitia: Tak Ada Dana Secuil Pun dari Parpol untuk Penyelenggaraan Reuni 212
5 Fakta Mengejutkan Seputar Kim Jong-un Menurut Kalangan Dekatnya

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Hanya dalam hitungan jam setelah kabur, sebagain napi dan tahanan penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Kota Pekanbaru, Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Provinsi Riau, berhasil ditangkap kembali.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan, pihaknya telah berhasil menangkap 70 dari 200 napi dan tahanan yang sebelumnya kabur dengan cara merangsek melalu pintu samping rutan, pada Jumat 5 Mei 2017.

“Sudah diamankan sekitar 70 orang dari 200 lebih yang kabur,” ujarnya, Jumat (5/5/17).

Ia menambahkan, sisa tahanan dan napi yang saat ini masih burun tengah dalam pencarian oleh pihaknya. Tejo mengatakan telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Brimob dan TNI untuk melakukan pengejaran dan menangkap sisa napi dan tahan yang masih buron.

Baca juga  200 Napi Rutan Pekanbaru Kabur Saat Akan Jumatan

“Untuk di Rutan kita turunkan satu satuan setingkat kompi dari Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, 2 SSK Brimob Polda Riau, dan 1 SSK dari TNI,” ujarnya.

Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada pihak kepolisian jika memiliki informasi terkait buronan yang diyakini masih berkeliaran di sekitar wilayah kota Pekanbaru dan sekitarnya.

Baca juga  Imbas Napi Kabur, Kepala Rutan Sialang Bungkuk Dicopot

Sebelumnya, 200 tahanan dan napi kabur saat dikeluarkan dari kamarnya masing-masing untuk melaksanakan ibadah shalat jumat, pada Jumat (5/5/17) sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Insiden kaburnya ratusan napi tersebut diyakini karena ketidakpuasan terhadap kondisi dan pelayanan rutan. Sebelum kabur, para napi melakukan aksi protes denan melempar batu keluar pagar.

Kemudian mereka menggelar unjuk rasa dan mendobrak pintu gerbang Rutan setinggi tiga meter untuk melarikan diri. “Ratusan napi unjuk rasa lakukan kekerasan dengan tiang jemuran mendobrak salah satu pintu,” tutur Tejo.  (dd)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS