Pilkada Serentak 2018, Jagoan PDI Perjuangan Kalah di 11 Provinsi

SHARE:

Pilkada Serentak 2018, Jagoan PDI Perjuangan Kalah di 11 Provinsi
Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan)
Beda Versi Lembaga Survey, Rusmadi-Safaruddin Justru Unggul Versi KPU
Safaruddin: Nantinya Tak Perlu Lagi Ada yang Meminta Sumbangan di Jalan
Pilgub Kaltim: Paslon Jaang-Ferdi Miliki Dana Kampanye Terbesar

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Dari 17 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang digelar di 17 provinsi, PDI Perjuangan mengusung calon di seluruh provinsi tersebut. Namun, kandidat yang diusung PDIP mengalami kekalahan di 11 wilayah. Berikut kami merangkum perolehan suara dari jagoan PDIP yang kalah di 11 pilgub berdasarkan perhitungan cepat sejumlah lembaga survei:

1. Sumatera Utara

PDIP berkoalisi dengan PPP dan mengusung Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Quick count dari SMRC menunjukkan, pasangan ini memperoleh suara 41,12 persen. Paslon ini dikalahkan oleh Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah yang berhasil memperoleh suara sebesar 58,88 persen.

Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus

Data ini berdasarkan suara masuk sebesar 99,33 persen. Sementara itu, dari quick count yang dihasilkan oleh Charta Politika, Djarot-Sihar memperoleh suara sebesar 39,82 persen. Mereka dikalahkan Edy-Musa yang memperoleh suara 60,18 persen. Data ini berdasarkan suara masuk sebesar 99 persen.

Dari quick count yang dihasilkan LSI, Djarot-Sihar mendapatkan suara sebesar 42,88 persen. Paslon ini kalah dari Edy-Musa yang mendapatkan suara hingga 57,12 persen.

2. Lampung

Herman Hasanusi-Sutono

Dalam Pilgub Lampung PDIP mengusung pasangan calon Herman Hasanusi-Sutono. Pasangan ini, berada di urutan nomor dua dari empat pasangan calon. Quick count yang digelar Charta Politika, paslon ini memperoleh suara 27,6 persen, dari total suara yang masuk 100 persen.

3. Sumatera Selatan

Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas

Di Pilgub Sumatera Selatan, PDIP menjagokan pasangan Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas. Dari quick count yang dirilis LSI, pasangan ini hanya mampu mengantongi suara 31,95 persen, dari suara yang masuk sebanyak 100 persen.

Sementara dari Charta Politika, pasangan ini hanya mampu mendapatkan suara sebesar 31,33 persen dari total suara yang masuk 96,33 persen.

4. Riau

Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno

PDIP menjagokan pasangan Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno di Pilgub Riau. Hasilnya, dari quick count yang dirilis PolMark, pasasngan ini hanya mampu duduk di peringkat kedua, dengan suara sebesar 24,35 persen.

Baca juga  Malam ini, PDIP Umumkan Cagub dan Cawagubnya

5. Jawa Barat

TB Hasanuddin-Anton

Memiliki 20 jatah kursi di DPRD Jawa Barat menjadikan PDIP tak perlu berkoalisi dengan siapapun untuk mengusung calonnya. Dalam Pilgub Jabar, PDIP mengusung kadernya sendiri yakni TB Hasanuddin yang dipasangkan dengan Anton Charliyan.

Dari quick count yang dilakukan lima lembaga survei, pasangan ini selalu menduduki posisi paling akhir. Jagoan PDIP ini, belum mampu untuk melawan tiga paslon lainnya.

Quick count yang dihasilkan SMRC misalnya, menunjukkan TB Hasanuddin-Anton mendapatkan suara sebesar 12,77 persen. Data ini berdasarkan suara masuk 100 persen.

Perhitungan cepat yang dilakukan Charta Politika, menunjukkan paslon ini hanya mendapat suara sebesar 11,3 persen, dari suara masuk 95,67 persen.

Sementara itu, Indo Barometer mencatat, TB Hasanuddin-Anton berhasil meraup suara sebesar 12,94 persen, dari suara yang masuk 100 persen.

Dari quick count yang dirilis Median, TB Hasanuddin-Anton mengantongi suara 12,78 persen, dari suara yang masuk sebesar 100 persen. Terakhir, LSI mencatat, paslon pilihan PDIP ini memperoleh suara 12,98 persen, dari total suara masuk 100 persen.

6. Jawa Timur

Gus Ipul-Puti

Setelah dua kali berhasil memenangkan Pilgub Jatim selama dua periode berturut-turut, PDIP kali ini harus mau menerima kekalahan di ajang pilgub tersebut. Pada laga pilgub kali ini, PDIP berkoalisi dengan PPP, PKS, dan Gerindra. Keempat partai tersebut mengusung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur.

Dari quick count yang dihasilkan SMRC, Gus Ipul-Puti mendapat suara 47,73 persen, dari data yang masuk 99 persen. Sedangkan quick count dari Charta Politika menunjukkan, paslon jagoan PDIP ini memperoleh suara 46,6 persen, dari suara yang masuk sebesar 100 persen.

Baca juga  Cepat Tanggap, Tim Rusmadi-Safaruddin Serahkan Bantuan Kepada Korban Banjir di Sangatta

Sementara itu, quick count yang dirilis LSI menunjukkan, Gus Ipul-Puti Guntur berhasil mengantongi suara 45,71 persen. Data ini berdasarkan suara masuk 100 persen.

7. Nusa Tenggara Timur

Marianus Sae dan Emmilia Nomleni

Pasangan yang diunggulkan PDIP di Pilgub Nusa Tenggara Timur juga mengalami kekalahan. Pasangan calon yang diusung adalah Marianus Sae dan Emmilia Nomleni.

Dari quick count yang digelar SMRC, pasangan ini mendapat suara 27,31 persen, dari total suara yang masuk sebesar 100 persen.

8. Kalimantan Timur

Di Pilgub Kalimantan Timur, PDIP berkoalisi dengan Hanura untuk mengusung Rusmadi-Safarudin. Paslon ini, kalah unggul dari pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Dari quick count yang dirilis Indo Barometer, Rusmadi-Safaruddin mendapat suara sebesar 24,72 persen. Data ini berdasarkan suara masuk 98,67 persen.

Sementara itu, dari quick count LSI, Rusmadi-Safaruddin mengantongi suara 24,32 persen. Data ini berdasarkan suara yang masuk 96,05 persen.

9. Kalimantan Barat

Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot

Di Pilgub Kalimantan Barat, PDIP berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKPI untuk mengusung paslon Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot. Paslon ini mesti kalah dari pasangan Sutarmidji-Ria Norsan.

Quick count yang dirilis LSI menunjukkan, jagoan PDIP ini hanya memperoleh suara sebesar 34,71 persen, sementara Sutarmidji-Ria Norsan berhasil meraup suara 57,46 persen. Data ini berdasarkan suara yang masuk 90,99 persen.

10. Nusa Tenggara Barat

Tuan Guru Haji Ahyar Abduh dan Mori Hanafi

PDIP mengusung Tuan Guru Haji Ahyar Abduh dan Mori Hanafi di Pilgub NTB. Perolehan suara pasangan ini berada di posisi ketiga, dari empat pasangan calon.

Dari quick count yang digelar LSI, paslon jagoan PDIP ini hanya berhasil meraup suara 25,51 persen.

11. Sulawesi Tenggara

Asrun-Hugua

Di Pilgub Sulawesi Tenggara, PDIP berkoalisi dengan PAN, PKS, Gerindra, dan Hanura untuk mengusung Asrun-Hugua. Dari quick count yang dilakukan The Haluoleo Institute (THI), pasangan ini mendapat suara 25,15 persen.

Sementara itu, quick count yang dibuat Lembaga Jaringan Suara Indonesia (JSI), pasangan calon ini 25,7 persen. (kum)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS