WP-MagOne-728x90

Perppu Ormas Redupkan Semangat Reformasi

SHARE:

Perppu Ormas Redupkan Semangat Reformasi
Analis Politik Universitas Telkom Bandung, Dedi Kurnia Syah
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan HTI terkait Perppu Ormas
Zuli Qadir : Membubarkan HTI Bukan Berarti Menindas Umat Islam

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Penandatanganan perppu Organisasi Masyarakat (Ormas) oleh Presiden RI Joko Widodo hasilkan berbagai spekulasi, dari sejumlah kalangan. Pro dan kontra pun mengemuka seiring dengan kemunculannnya.

Berkaitan dengan itu, Analis Politik Universitas Telkom Bandung Dedi Kurnia Syah menyoroti persoalan tersebut sebagai bentuk peredupan semangat reformasi.

“Tentu disayangkan jika perppu ini muncul dengan dalih anti pancasila, segala bentuk perizinan ormas di negeri ini memiliki koridor hukun jelas, yang tidak sejalan (dengan pancasila) tidak dapat didirikan, artinya tidak perlu perppu harusnya sudah teratur dengan sistem yang ada” terang Dedi Kurnia Syah, saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone, pada Selasa (18/7)

Perppu ormas disinyalir sebagai reaksi atas maraknya isu-isu radikalisasi yang dimotori oleh ormas, salah satu ormas yang lebih dulu ditindak tegas adalah Hizbut Tahrir Indonesia.

“Artinya persoalan bukan pada ormas, tetapi pada aktifisnya, ormas biarkan saja berdiri dan terbebas dari intervensi kuasa. Ketika aktifitas orangnya diluar koridor yang berlaku di negara ini, maka yang ditindak adalah manusianya, bukan ormas secara kolektif” tegasnya.

Disinggung soal ormas radikal, Dedi Kurnia Syah yang juga menjabat senagai Direktur The Centre for Media Gender and Democracy menganggap, semua gerakan pemikiran pasti radikal, menurutnya, radikalisme bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.

“Radikalisme itu pemurnian pemikiran, entah itu terkait ideologi, falsafah atau apapun, kenapa mesti digunakan istilah itu untuk yang kita anggap berbahaya, radikalisme bukan kriminal, ia tidak berbahaya. Sehingga, pemerintah seharusnya lebih fokus pada persoalan nyata. Semisal keamanan, ketentraman dan kemaslahatan,” tegasnya. (fn)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow