Perludem: RUU Pemilu Sejak Awal Sudah Salah Rancang

SHARE:

Perludem: RUU Pemilu Sejak Awal Sudah Salah Rancang
Ilustrasi
Isu Krusial di RUU Pemilu Ternyata Tak Hanya Lima
Piplres 2019 Tak Akan Ada Capres Tunggal
Perludem: Regulasi Jenderal Ikut Pilkada Harus Direvisi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu dari sejak awal sudah salah dalam rancangannya.

Menurut Titi, sejauh ini pihak terkait seolah menganggap RUU ini tidak menjadi prioritas sebab tidak mempersiapkannya dengan matang. Buktinya, hingga saat ini pembahasan RUU ini belum juga rampung.

Hal itu dungkapkan Titi dalam diskusi dengan topik RUU Pemilu dan Pertaruhan Demokrasi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5).

“Saya rasa RUU Pemilu dari awal salah rancangannya, dari awal sudah terlambat. Seolah-olah RUU ini tidak jadi prioritas. Harusnya dari hulu regulasi sudah disiapkan matang,” katanya.

Titi menjelaskan yang ia maksud dengan kesalahan sejak awal adalah karena lambannya pemerintah menyerahkan RUU tersebut ke DPR hingga pendeknya alokasi waktu yang diberikan. Padahal, pihaknya sudah meminta DPR untuk memasukkan pembahasan RUU tersebut pada prolegnas 2015.

“Tapi baru dijadikan prolegnas pada oktober 2016. Ini beban berat dan kompleks dengan alokasi waktu sempit. Jadi seolah-olah RUU Pemilu itu bukan prioritas,” tukas Titi.

Dengan kondisi seperti ini, lanjut Titi, sekalipun pemilu nanti bisa dilaksanakan sesuai jadwal, namun ia ragu dengan kualitas pesta demokrasi tersebut, sebab peraturannya saja dibuat dengan terburu-buru. (za/tr)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS