Perang dengan Milisi Abu Sayyaf, Duterte Umumkan Darurat Militer

SHARE:

Perang dengan Milisi Abu Sayyaf, Duterte Umumkan Darurat Militer
Presiden Fillipina Rodrigo Duterte.
Puasa Ramadhan di Negara-Negara Ini Bisa Capai 17-23 Jam
Dinas Perhubungan Kota Tangsel Targetkan Program Single Window
Pesan Rusmadi Kepada Masyarakat Jawa “Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe”

FILLIPINA, SUARADEWAN.com – Pihak Polisi dan Militer Fillipina diserang oleh kelompok milisi Abu Sayyaf yang menentang perintah penahanan terhadap seorang pemimpin kelompok tersebut, Isnilon Hapilon, pada Selasa (23/5) malam.

Menurut Menteri Pertahanan Fillipina, Delfin Lorenzana, penyerangan terhadap petugas itu dilakukan oleh militan Abu Sayyaf yang dikenal sebagai kelompok Maute. Mereka menyerbu kota Marawi dan membakar sejumlah fasilitas umum seperti gereja Santa Maria, penjara kota, sekolah Ninoy Aquino, dan Kolose Dansalan.

Baca juga  Ribuan Warga Marawi Menderita Akibat Teror Kelompok Abu Sayyaf

“Baku tembak pecah dan tentara pemerintah bereaksi sesuai prosedur. Namun, di malam hari, kelompok Maute sempat membakar sejumlah fasilitas kota,” kata Lorenzana.

Terkait insiden itu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte kemudian memberlakukan darurat militer di pulau Mindanao dan mengirimkan personel militer tambahan ke Marawi dari Zamboanga dan Manila.

Sementara menurut juru bicara Kepresidenan Filipina, Ernesto Abella, darurat militer itu akan berlangsung selama 60 hari ke depan dan mulai berlaku saat Duterte mengumumkan hal tersebut.

Baca juga  Kejam, Afiliasi ISIS di Fillipina Penggal Leher Kepala Polisi

“Presiden Duterte telah mengumumkan darurat militer untuk seluruh pulau Mindanao. Hal ini dimungkinkan atas dasar adanya pemberontakan,” kata Abela, Rabu (24/5).

Sebagaimana diketahui, saat insiden itu terjadi Duterte sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Russia dan bertemu dengan Presiden Putin. Saat mendengar informasi buruk ini, Duterte kemudian mempersingkat kunjungannya dan langsung kembali ke Fillipina. (za/te/si)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS