WP-MagOne-728x90

Penggunaan APBD 2017 Tiga Bulan Lagi, Dua Proyek Interior di Tangsel Berpotensi Silpa

SHARE:

Penggunaan APBD 2017 Tiga Bulan Lagi, Dua Proyek Interior di Tangsel Berpotensi Silpa
Kabag ULP Tangsel Deden Deni, saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Pemkot Tangsel: Bentuk Kerjasama di Markas Militer Bukan Sewa
Pembangunan Gedung DPRD Tangsel Kembali Dilanjut, Wakil Ketua DPRD Tangsel : Saya Pesimis

TANGSEL, SUARADEWAN.com — Sisa waktu penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2017 kurang dari tiga bulan lagi. Sementara, belakangan terakhir diketahui, seluruh perusahaan peserta lelang untuk paket pekerjaan interior Gedung DPRD dan Gedung III Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), tidak lulus administrasi teknis.

Hal itu pun diketahui melalui surat elekrotnik pembatalan lelang dari admin.tangselkota.@lpse.lkpp.go.id kepada salah satu peserta lelang, pada hari Jum’at (29/09), sekira pukul 14:39 WIB.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pengadaan Barang dan Jasa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Tangsel Achmad Arofah membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ada dua paket yang lelangnya gagal, karena tidak ada satupun penawar yang lulus secara teknis administrasi.

“Yang dievaluasi itu ada dua, kalau secara administrasinya aja tidak bagus, akan berakibat kurang baik ke depan. Oleh karena itu pokja juga berhati-hati. Karena ini urusannya jangka panjang,” kata Achmad Arofah, pada Jum’at (6/10), di kantor ULP Gedung II Puspemkot Tangsel, Jalan Raya Maruga No. 1, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat.

Baca juga:

Dengan minimnya sisa waktu yang tersisa, dua paket pekerjaan interior Gedung DPRD dan Gedung III Puspemkot Tangsel, berpotensi adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Jika dilihat dari data Website LPSE Kota Tangsel, nilai pagu anggaran masing-masing proyek tersebut sebanyak, 11,9 M untuk proyek interior Gedung III Puspemkot Tangsel, dan 20,7 M untuk proyek pengerjaan Gedung DPRD Tangsel, yang dibawahi oleh satuan kerja Dinas Bangunan dan Penataan Ruang.

Secara terpisah, Kepala Bagian ULP Tangsel, Deden Deni mengaku, bahwa pihaknya saat ini sudah dalam tahap pengembalian dokumen ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, guna dapat dicarikan jalan keluarnya. Entah nantinya harus lelang ulang, atau akan dilakukan optimasi anggaran.

“Dokumennya sudah dikembalikan ke dinas terkait, kami juga sedang menunggu. Terkait berapa lama prosesnya, biasanya disesuaikan dengan waktu yang ada. Optimasi istilahnya,” ungkapnya pada Senin (08/9).

Sementara, satuan kerja terkait proyek tersebut, yakni Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangsel, belum dapat dikonfirmasi. Selain mencoba menghubungi melalui sambungan telpon dan aplikasi Whatsapp, pihak suaradewan.com juga sudah dua kali mendatangi secara langsung kantor DBPR, akan tetapi yang bersangkutan tidak sedang berada di kantor. (FN)

25000onon

COMMENTS

Ikuti kami di media sosial

Please Like and Follow