Pemilik Akun Facebook ini Diburu Polisi Karena Sebar Hoax Terkait Serangan Mapolda Sumut

SHARE:

Pemilik Akun Facebook ini Diburu Polisi Karena Sebar Hoax Terkait Serangan Mapolda Sumut
Jokowi Ingin Gebuk Tukang Fitnah
Ketika Muslim Menjadi Korban, Itu Bukan Terorisme
Ulama Suriah Minta MUI Bendung Kabar Hoaks

MEDAN, SUARADEWAN.com – Pemilik akun Facebook, Surya Ardianto menyebut penyerangan Markas Polda Sumatera Utara yang terjadi beberapa waktu lalu tidak terkait aksi terorisme. Dalam postingannya, Surya mengatakan penyerangan yang menewaskan anggota polisi bernama Aiptu Martua Sigalingging berlatar belakang urusan pribadi.

“Sedikit informasi saja, kebetulan rumah orang tua saya tidak jauh dari Mapolda Sumut. Kebetulan saat berkunjuang ke rumah orang tua, saya dapat kabar bahwa peristiwa di Mapolda adalah masalah utang piutang. Dan pembunuh dan korban adalah sama-sama non muslim. Warga di sekita Mapolda saja heran, kenapa berita di TV jadi terkait teroris..wallahua’lam,” bunyi postingan Surya di akun Facebooknya tertanggal 27 Juni 2017.

Menanggapi postingan tersebut, pihak Kepolisian langsung memberikan klarifikasi. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, pengguna atau pemilik akun Surya Hardiyanto telah menyebarkan berita bohong dengan menyebutkan penyerangan penyerangan tersebut bukan dilatarbelakangi aksi teror.

“Apa yang disampaikan pemilik akun adalah hoax dan berbahaya bagi masyarakat yang kurang paham terhadap informasi yang sebenarnya,” ungkap Rina, Kamis (29/6/17).

Berdasarkan hasil penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), jelas Rina, hasil identifikasi dan keterangan pelaku yang masih hidup, terungkap jelas identitas mereka maupun motif penyerangan yang dilakukan.

“Dari pengakuan pelaku sudah dapat disimpulkan bahwa para pelaku teroris yang ingin merebut senjata api dinas Polri, serta telah merencanakan aksi teror lanjutan,” ujar Rina.

Fakta ini juga diperkuat dari hasil pemeriksaan yang menyatakan tidak ada hubungan antara pelaku penyerangan dengan anggota Polri yang menjadi korban. Keduanya tidak saling mengenal dan tidak juga ada permasalahan utang piutang.

“Di dalam akun itu disebutkan kalau pembunuh dan korban sama-sama non muslim, itu juga berita bohong. Sebab, dari KTP pelaku tercantum agama yang sebenarnya,” tegasnya.

Atas postingan tersebut, Subdit IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut tengah melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun Facebook, yakni Surya Ardianto. (dd)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

COMMENTS